-->

Breaking

logo

July 27, 2020

Tentang Cahaya Misterius di Balik Penemuan Emas Puluhan Kg di Klaten

Tentang Cahaya Misterius di Balik Penemuan Emas Puluhan Kg di Klaten

NUSAWARTA - Enam warga penggali tanah uruk di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten tanpa sengaja menemukan empat guci berisi perhiasan emas dan perak pada Oktober 1990 silam. Kisah penemuan artefak kuno itu pun dibarengi dengan penampakan cahaya misterius yang dilihat salah seorang warga.

Hal itu diceritakan salah seorang warga yang menemukan perhiasan emas kuno, Sudadi (55). Sudadi menuturkan kala itu dia akan pergi menjual ketela ke Pasar Dompyongan, di tengah perjalanannya dia melihat penampakan cahaya di timur Dusun Plosowangi, Desa Wonoboyo.

"Sebelumnya nemu perhiasan itu saya melihat ada cahaya atau ndaru di langit timur desa. Saya saat itu bersama orang tua pukul 01.30 WIB mau ke pasar," tutur Sudadi, Senin (27/7/2020).

Sudadi menyebut dia tak punya firasat apapun usai melihat cahaya. Dia pun bekerja menggali tanah uruk seperti biasa bersama lima temannya, yakni Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip dan Sumarno.

"Saat menemukan di lokasi hanya tiga orang sebab yang dua orang naik ke mobil mengantar tanah. Sekitar pukul 11.30 WIB cangkul saya kena guci," lanjut Sudadi.

Dia mengaku kaget dengan temuan tersebut. Sudadi dan lima temannya lalu berkumpul dan membersihkan guci yang tampak terbuat dari perunggu atau tembaga itu. Setelah digali lagi, dia menemukan total ada empat guci.

"Ada empat guci, yang dua ukuran besar dan yang dua kecil. Yang besar isinya koin emas banyak sekali dan yang kecil isinya berbagai perhiasan," terang Sudadi.

Guci itu ternyata berisi perhiasan berbagai bentuk. Mulai dari gelang, cincin, hingga kalung yang kini foto perhiasan itu dipajang di rumah situs.

"Ya foto perhiasannya ada di rumah situs. Yang paling banyak jumlahnya koin mata uang kecil seperti jagung," jelasnya.

Sudadi juga bercerita temuan perhiasan itu ditemukan di kedalaman tiga meter. Dia teringat banyak pasir halus berwarna kekuningan.

"Banyak pasir warna cokelat kuning. Memang di timur ada sungai tapi mungkin pasir letusan gunung," ucap Sudadi.

Dari penemuan tersebut, Sudadi dan lima temannya mendapatkan penghargaan dalam bentuk uang Rp 18 juta. Dia menuturkan uang itu dia gunakan untuk membeli rumah.

Hal senada disampaikan Widodo (58). Dia menyebut ada empat guci berisi perhiasan emas yang ditemukan sekitar 30 tahun silam.

"Ada empat guci saat itu yang kami temukan. Isinya perhiasan berbagai bentuk terbuat dari emas dan perak, beratnya sekitar 37-38 kg," jelas Widodo.

Widodo teringat temuan emas itu ditemukan siang hari. Setelah itu, dia dan teman-temannya melapor ke balai desa karena merasa takut dengan penemuan harta karun emas itu.

"Ya kaget dan takut saat ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB. Lalu dilaporkan ke balai desa dan setelah dibawa ke balai desa terus adzan terdengar," kenang Widodo.

Setiba di balai desa, guci itu dibongkar. Dari guci itu ditemukan aneka jenis emas berupa uang hingga perhiasan.

"Mulai gelang, kalung, mangkok, tas koin kecil-kecil dan lainnya banyak dari emas dan perak semua. Semua dibawa petugas," tuturnya.

Sudadi juga bercerita temuan perhiasan itu ditemukan di kedalaman tiga meter. Dia teringat banyak pasir halus berwarna kekuningan.

"Banyak pasir warna cokelat kuning. Memang di timur ada sungai tapi mungkin pasir letusan gunung," ucap Sudadi.

Dari enam penemu guci berisi emas itu, kini hanya empat orang yang masih hidup. Di antaranya Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip dan Sumarno. Tak hanya emas, kala itu mereka juga menemukan batu-batu besar tak jauh dari lokasi penemuan emas.

"Sekitar empat patok ke selatan ada banyak batu bata kotak ukurannya besar seperti pondasi. Kalau batu candi tidak ada," ucap Widodo.

Semua barang-barang tersebut dicatat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng. 

Diwawancara terpisah, Pamong Budaya Madya BPCB Jateng Deny Wahju Hidajat membenarkan temuan itu terjadi di Desa Wonoboyo pada tahun 1990 silam. Berat perhiasan emas sekitar 27 kg, belum termasuk yang terbuat dari perak.

"Sebanyak 27 kg emas dalam bentuk perhiasan gelang, kelat bahu, badong, tas dan perlengkapan upacara lainnya. Temuan tersebut disimpan di Museum Nasional Jakarta dan peninggalan masa Mataram kuno abad 8-9 M," ucap Deny.

Deny menyebut penemuan perhiasan emas ini pun menjadi temuan terbesar yang pernah dia catat. Aneka emas yang ditemukan enam warga di Desa Wonoboyo itu pun diduga digunakan sebagai perhiasan dan kepentingan upacara. Selain itu lokasi penemuan emas diduga sebagai rumah pejabat atau tokoh penting.

"Iya permukiman kuno. Dimungkinkan juga pejabat kerajaan," terangnya.

Kini di lokasi penemuan tersebut dibangun Rumah Situs Wonoboyo. Foto-foto semua barang yang dulu ditemukan di lokasi tersebut, dipajang di rumah tersebut. Foto juga dilengkapi dengan keterangan gambar, berat barang hingga lokasi penyimpanannya sekarang. [dtk]