-->

Breaking

logo

August 26, 2020

212 Bersuara Lagi, Kali Ini Sebut Ahok Kerjanya Bikin Gaduh

212 Bersuara Lagi, Kali Ini Sebut Ahok Kerjanya Bikin Gaduh

NUSAWARTA - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menuding Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak bisa bekerja apa-apa. 

Dia bahkan menyebut, Ahok hanya bisa bekerja untuk bikin kegaduhan.

Pernyataan itu tak lepas dari fakta dimana PT. Pertamina (persero) yang dipimpin Ahok sebagai Komisaris Utama rugi Rp11,13 triliun pada semester pertama tahun 2020.

Melansir suara.com, Novel menilai Ahok merupakan orang yang kurang kompeten masuk Pertamina. 

Dia menduga Ahok bisa masuk ke perusahaan itu karena ada unsur kedekatan dengan kekuasaan.

"Seperti yang pernah saya katakan sebelum Ahok menjabat di Pertamina bahwa Ahok itu produk gagal yang dipaksakan terus menjadi orang yang punya posisi penting. Padahal sangat banyak putra putri terbaik bangsa ini yang cerdas serta pengalaman dibidangnya. Dengan begitu Ahok mendapat posisi itu diduga karena memang sebagai ajang balas budi saja atau memang Ahok diduga juga yang pegang rahasianya Jokowi sehingga dalam kondisi apapun Ahok harus punya posisi dipemerintahan Jokowi ini," kata Novel, Rabu (26/8/2020).

Menurut pandangan Novel, sejak dulu Ahok hanya pandai berbicara ketimbang bekerja. 

"Ahok itu hanya buat gaduh terus, nggak bisa kerja, hanya yang repot mulutnya saja yang kerja koar-koar karena sebelumnya sudah sesumbar mau berantas mafia migas," kata Novel.

Novel menyinggung harga minyak dunia yang sempat turun sampai selisih 7 triliun dan menurut dia harusnya diiringi dengan penurunan harga BBM dalam negeri.

"Tapi nggak turun sampai saat ini dan itu seharusnya Pertamina untung," katanya.

Menurut Novel terlalu dini jika mengaitkan kerugian Pertamina sampai sekitar Rp11 triliun dengan dampak pandemi Covid-19. 

"Justru saya duga ini permainan mafia migas luar negeri," kata Novel.

Momentum sekarang, menurut Novel, tepat waktunya bagi KPK dan BPK mengaudit Pertamina. 

Menurut dia seharusnya DPR juga membuat panitia khusus penyelamatan Pertamina. [lwjstc]