-->

Breaking

logo

August 18, 2020

6 Fakta Unik Suku Tidung, yang Disangka dari China Pada Uang Rp75.000

6 Fakta Unik Suku Tidung, yang Disangka dari China Pada Uang Rp75.000

NUSAWARTA - Suku Tidung yang baju adatnya terdapat di uang edisi khusus pecahan Rp75.000, merupakan salah satu suku yang terdapat di Kalimantan Utara.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75, Bank Indonesia (BI) secara khusus merilis uang pecahan baru senilai Rp75.000.

Namun jagat media sosial sempat dihebohkan dengan isu yang beredar, yakni dari adanya sembilan gambar orang berpakaian adat Nusantara. Salah satu di antaranya adanya yang berpakaian khas tradisional China. Diketahui sosoknya terdapat di bagian tengah.

Ditelusuri lebih lanjut, ternyata pakaian yang disangka milik China tersebut merupakan salah satu busana khas suku di Kalimantan Utara.

Dihimpun dari berbagai sumber, biar nggak salah sangka lagi, yuk simak, ini dia 6 fakta unik suku Tidung yang baju adatnya ada di uang Rp75.000.

Keberadaan Suku Tidung

Suku Tidung merupakan masyarakat yang berasal dari bagian utara Pulau Kalimantan. Makanya suku ini termasuk salah satu penduduk asli yang mendiami provinsi Kalimantan Utara.

Suku Milik Dua Negara

Lokasinya yang berada di paling utara Provinsi Kalimanta Utara, membuat suku ini berbatasan langsung dengan kedaulatan negara Malaysia. Oleh sebab itu, suku ini menjadi salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia maupun Malaysia.

Pada Masanya Menganut Sistem Kerajaan

Pada masanya terdapat kerajaan yang menaungi suku ini. Kerajaan itu bernama Kerajaan Tidung atau dikenal pula sebagai Kerajaan Tarakan.


Wilayah Kerajaan Tidung berbatasan dengan Kesultanan Bulungan, awalnya mereka memiliki hubungan erat satu sama lain. Namun ketika dijajah Belanda, pihaknya mengadu domba dua kerajaan tersebut sehingga mengakhiri kedekatan dan kerja sama diplomatik keduanya.

Kala memasuki masa kejayaan yang dipimpin oleh Raja Bengawan, wilayah kekuasaannya pun sangat besar, bahkan lebih besar dari Kabupaten Bulungan saat ini.

Adapun luas wilayah kekuasaan Kerajaan Tidung meliputi Tanjung Mangkaliat (selatan) hingga kudat, Malaysia (Utara). Lalu berkembang dan meluas meliputi Beluran, Betayau, Bunyu, Kalabakan, Labuk, Lumbis, Malinau, Mandul, Mentarang, Nunukan, Pulau Sebatik, Salim Batu, Sebuku, Sekatak, Sembakung, Serudung, Sesayap, Semendalen, Soembol, dan Tarakan.

Memiliki Bahasa Sendiri


Suku ini memiliki bahasa sendiri yakni Bahasa Tidung dialek Tarakan. Sejumlah kata-kata bahasa Tidung pun memiliki kesamaan dengan bahasa Kalimantan lainnya.

Keberadaan Bahasa Tidung secara garis besar tersebar di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Sabah Malaysia.

Masih Kerabat dengan Suku Dayak


Kemungkinan besar ini masih memiliki darah kerabat dengan Suku Dayak terutama rumpun Murut.

Tak dianggap Suku Dayak karena Beragam Islam


Meski masih kerabat dengan salah satu rumpun Dayak, Suku Tidung tak diangap termasuk ke dalam rumpun Dayak lantaran mayoritas anggota sukunya beragam Islam.

Oleh sebab itu, suku ini kerap disebut sebagai salah satu suku yang masuk ke dalam Suku Melayu seperti Suku Kutai, Pasir, dan Banjar.

Nah, itu dia fakta-faktanya. Yuk kenali suku-suku yang ada di Nusantara. Jangan sampai salah sangka lagi ya guys! Masa salah satu suku bangsa sendiri malah dibilang suku bangsa negara lain.