-->

Breaking

logo

August 30, 2020

Adiknya Meninggal Dianiaya Polisi, Edo Kondologit: Masalah Ini Lho yang Selalu Buat Papua Jadi Membara

Adiknya Meninggal Dianiaya Polisi, Edo Kondologit: Masalah Ini Lho yang Selalu Buat Papua Jadi Membara

NUSAWARTA - Adik ipar Edo Kondologit, Riko (20), meninggal tak sampai 24 jam usai diserahkan pihak keluarga kepada kepolisian.

Hal itu lantaran Riko diduga membunuh salah seorang warga, sehingga keluarga berinisiatif menghadapkan Riko pada proses hukum yang berlaku.

Dilansir CNNIndonesia.com, penyanyi bersuara emas asal Papua ini menceritakan, saat itu Riko diserahkan ke polisi dalam keadaan sehat.

Akan tetapi, ia mengakui bahwa adik iparnya saat itu dalam keadaan mabuk.

“Nah yang membuat marah, belum sampai 24 jam di Polres Sorong sudah jadi korban si Riko ini,” tuturnya.

Edo menyebut, di dalam sel tahanan, Riko mendapat penyiksaan dari oknum polisi.

Malah, menurut informasi yang didapatnya, Riko juga disiksa oleh dua tahanan lainnya di Polres Sorong.

“Dia (Riko) berusaha menghindar dari penyiksaan mereka (tahanan yang menyiksa), mungkin tabrak kaca,” ujarnya.

Akan tetapi, sambungnya, polisi menganggap Riko hendak melarikan diri dan kedua kakinya ditembak.

“Polisi dengan sengaja anggap dia melarikan diri, ditangkap, ditembak kedua kakinya dengan pistol. Ini kan penganiayaan berat,” ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, Riko kembali disiksa setelah dua proyektil peluru dikeluarkan di rumah sakit.

“Menurut saya ini cara-cara biadab, tidak bisa dibiarkan cara-cara seperti itu,” kecamnya.

Dalam penjelasan Polres Sorong, kata Edo, Riko meninggal karena hendak melarikan diri.

Akan tetapi, Edo sama sekali tak mempercayai keterangan polisi lantaran saat itu kedua tangan Riko diborgol.

Ditambah, sambungnya, sampai saat ini, Polres Sorong juga belum menyerahkan hasil visum atas kematian adik iparnya itu.

Alasannya, karena Polres Sorong mengaku tak memiliki alat untuk melakukan autopsi jenazah.

“Saat ini almarhum pada tanggal 28 Agustus sudah dimakamkan, tapi hasil visum belum keluar,” ujar Edo.

Atas hal itu, Edo memastikan akan membawa masalah ini ke Kepolri Jenderal Idham Azis dan Divisi Propam Polri.

Selain itu, Edo menyebut masyarakat akan menggelar unjuk rasa di Polres Sorong agar kasus yang mendera keluarganya diselesaikan hingga tuntas.

“Masalah ini yang membuat Papua selalu jadi membara,” tegasnya.

“Karena proses hukum tidak pernah tuntas. Rasa keadilan orang papua selalu tidak pernah tuntas dibela,” sambung Edo.

Menurutnya, cara yang dilakukan oleh oknum polisi itu sungguh tak bisa diterima.Cara-cara oknum kepolisian yang biadab ini menciderai keadilan masyarakat,” kata dia.

Dengan kejadian ini, lanjutnya, citra Korps Bhayangkara akan tercoreng karena ulah segelintir oknum.

“Jangan sampai tindakan oknum ini menciderai institusi kepolisian secara umum. Makanya kami minta ditindak,” tandas Edo. [pjst]