-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Anak hingga Cucu Maju Pilkada, Ma'ruf Amin Serius Bangun Dinasti Politik?

Anak hingga Cucu Maju Pilkada, Ma'ruf Amin Serius Bangun Dinasti Politik?

NUSAWARTA - Tidak cuma anak, cucu Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, juga terjun di Pilkada serentak kali ini. Kalau kepilih semuanya, dinasti Ma'ruf sampai ke cucu nih.

Cucu Wapres Ma'ruf itu adalah Adly Fairuz. Pelakon yang namanya melejit di sinetron Cinta Fitri itu, mendapat rekomendasi dari PDIP untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Karawang. Ia berpasangan dengan Yesi Karya Lianti.

Nama keduanya, diumumkan Ketua DPP PDIP bidang politik, Puan Maharani bersama 4 pasangan calon gubernur-wakil gubernur dan 58 pasangan calon kepala daerah tingkat kabupaten/kota lainnya. 

"Karawang, Yessy Karya Lianti dengan Adly Fairuz," ucap Puan secara virtual, kemarin.

Selain mendapatkan dukungan dari PDIP, Yesi-Adly diketahui ikut mengantongi rekomendasi dari PPP, PBB, dan PAN. Partai Hanura juga disebut-sebut akan bergabung dalam koalisi.

Lalu kenapa PDIP memilih Adly untuk mendampingin Yesi? Apa karena cucu Wapres Ma'ruf? Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto membantah tudingan itu. "Bukan karena dia anak atau cucu siapa," kata Hasto dalam konferensi pers daring, kemarin.

Yang terpenting, lanjut Hasto, adalah komitmen dan kesediaannya mengikuti proses pencalonan. Dia juga membawa-bawa nama mendiang Presiden RI ke-3, BJ Habibie, yang disebutnya menyukai sosok Adly ketika bermain dalam sinetron Cinta Fitri. "Ini buat kami merupakan rekam jejak yang baik," sambungnya.

Cucu Ma'ruf ini juga keberatan jika disebut aji mumpung memanfaatkan nama besar Ma'ruf untuk modal bertarung di kancah Pilkada. "Sebelum Abah (Ma'ruf Amin) jadi Wapres pun saya sudah terkenal, punten," kata Adly di kantor DPD PDIP Jabar, Bandung, kemarin.

Dia mengakui, bahwa ini adalah pengalaman pertamanya maju di Pilkada. Namun, Adly diketahui bukanlah orang baru di dunia politik. Ia sempat mencalonkan diri di Pilkada Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun mengundurkan diri. Adly juga pernah nyaleg, tapi gagal.

Sejauh ini, komunikasi dengan Ma'ruf, sebut Adly belum dilakukan secara mendalam. Kendati demikian, ia mengaku akan meminta wejangan dari sang kakek. "Dari dulu abah (Ma'ruf) tahu saya orang yang mandiri. Meskipun bukan cucu kandung," sambungnya.

Pria berusia 33 tahun ini, diketahui punya hubungan keluarga dengan Wapres Ma'ruf dari postingan akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Ia menceritakan pertemuannya dengan Ma'ruf dalam suasana penuh keakraban. Mulai dari berolahraga, berdiskusi hingga sarapan bersama.

"Tadi akhirnya pun beliau menyampaikan dan memperkenalkan saya sebagai cucunya karena masih ada hubungan darah kandung," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati menilai, tumbuh suburnya dinasti politik tidak terlepas dari pengaruh sikap pragmatis partai dalam mengusung kandidat kepala daerah. "Partai cenderung mencalonkan orang yang memiliki popularitas tinggi atau modal sosial besar," kata Ninis, sapaan akrab Khoirunnisa kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Politik kekerabatan ini diakuinya tidak dilarang oleh Mahkamah Konstitusi. Namun, ada efek buruknya yang harus dicegah. 

"Efek buruknya adalah berpotensi menimbulkan ruang kompetisi yang tidak setara," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Ninis, dampak buruk dari politik dinasti ini bisa diantisipasi dengan memastikan proses demokratisasi di internal partai politik. Perlu ada aturan yang mewajibkan orang-orang yang dicalonkan sudah harus menjadi kader partai minimal 2 tahun. 

"Agar orang tersebut sudah betul-betul memahami nilai-nilai organisasi partai politik," tandasnya.

Selain Adly, anak Wapres Ma'ruf Siti Nur Azizah juga ikut bertarung memperebutkan kursi Wali Kota Tangerang Selatan. Ia berpasangan dengan Ruhamaben. Sejauh ini keduanya sudah mendapat dukungan dari PKS dan Demokrat.  [wrte]