-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Analisa Dangkal Konspirasi Virus Covid-19, Belum Ada yang Bisa Buktikan, Termasuk Soal Bill Gates

Analisa Dangkal Konspirasi Virus Covid-19, Belum Ada yang Bisa Buktikan, Termasuk Soal Bill Gates

NUSAWARTA - Pendapat yang mengemukakan bahwa virus corona atau Covid-19 adalah sebuah konspirasi patut dipertanyakan.

Mayjen TNI (purn) Sudrajat menegaskan, belum ada bukti kuat dan fakta yang menunjukan jika virus corona adalah suatu konspirasi.

“Apa yang beredar di dunia maya itu adalah analisa yang dangkal,” katanya dalam diskusi virtual yang digelar PPAD bertajuk “Membedah Ancaman New Order terkait Kebijakan World New Normal”, Rabu (12/8).

Selama ini, sambung mantan calon gubernur Jawa Barat itu, teori konspirasi hanya dugaan perorangan yang dilempar di sosial media Facebook, Instagram dan Twitter pribadi.

Kemudian, pendapat itu disambut bahkan diramaikan oleh para fans atau pendukung yang juga tidak memiliki bukti-bukti pendukung bahwa Covid-19 merupakan satu konspirasi.

Ia memberi contoh, saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuding bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Kota Wuhan, China.

“Sampai sekarang belum ada yang bisa membuktikan secara kuat,” tandas Sudrajat.

Sudrajat menjelaskan bahwa tudingan konspirasi juga sempat dialamatkan kepada bos besar Microsoft Bill Gates pada 2015 yang ketika itu membantu negara Kongo untuk menghadapi pandemik Ebola.

Saat itu, Bill Gates mengingatkan bahwa dunia jangan kaget jika ke depan nantinya bakal ada pandemik yang lebih dasyat, dan dari pandemik itu perusahaan IT yang nanti menikmati. Namun dugaan ini belum terbukti kebenarannya.

“Lalu pernyataan Bill Gates itu dan sekarang terjadi pandemik Covid-19. Ohh berarti Bill Gates itu tahu bahwa pandemik Covid-19 hanya sebuah bisnis dan dicurigai bahwa Bill Gates adalah salah satu orang di balik penyebaran virus corona,” tandas Sudrajat.

“Lebih-lebih saat Bill Gates menyumbang vaksin, itu langsung dituduh nantinya akan memperoleh keuntungan besar dari vaksin yang nantinya dijual ke beberapa negara,” sambung Sudrajat. [pjst]