-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Anies Diminta Terbuka Perihal Data dan Kasus Corona: Bahaya Jika Sampai Ditutup-tutupi

Anies Diminta Terbuka Perihal Data dan Kasus Corona: Bahaya Jika Sampai Ditutup-tutupi

NUSAWARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penerapan peraturan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi untuk dua pekan kedepan lantaran wabah Covid-19 di Ibu Kota masih membumbung tinggi.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi sepakat dengan keputusan Gubernur Anies Baswedan ini. Tetapi dia meminta supaya Anies bicara jujur soal kasus-kasus baru yang terjadi di Jakarta. Pemprov DKI kata dia, tidak menutup-nutupinya sebab hal ini justru sangat berbahaya dan memicu penyebaran baru.

"Bahaya bos kalau sampai ditutup-tutupi," kata Pras saat dikonfirmasi, Sabtu (39/8/2020).

Pras berpesan agar Anies Baswedan tidak melunak pada pengelola perkantoran yang membandel dan melanggar protokol kesehatan. Kalau ada karyawan perkantoran yang memang terinfeksi wabah mematikan itu dia meminta supaya segera dibuka ke publik.

Terinfeksi penyakit menular itu kata Pras bukan hal memalukan atau aib yang memang harus dirahasiakan.

"Ketegasan itu pun juga harus dan wajib berlaku bagi perkantoran di Pemprov DKI. Kalau ada yang terinfeksi sebut terinfeksi. Enggak perlu ada yang ditutup-tutupi. Sekali lagi, ini bukan aib yang harus ditutup-tutupi. Isolasi sementara untuk disterilisasi,"tegasnya.

Politikus PDIP ini juga meminta supaya Pemprov DKI tidak ragu-ragu memberi sanksi pada perkantoran yang kedapatan melanggar peraturan pencegahan penularan Corona yang sudah ditetapkan oleh Pemprov DKI.

"Kalau memang ada sanksi, sanksi yang tegas bagi pelanggar,"Imbuhnya

Tak hanya mengawasi  perkantoran yang saat ini menjadi pusat penyebaran baru wabah Corona. Di lingkungan RT dan RW yang masih berstatus zona merah juga perlu pengawasan khusus dari Pemprov DKI untuk meredam penyebaran wabah ini.

"Wilayah di RT dan RW zona merah tolong diperketat pengawasannya,"tuntasnya. [akrt]