-->

Breaking

logo

August 26, 2020

Bayar Influencer Dukung Omnibus Law, Dinilai Bentuk Penyalahgunaan Anggaran

Bayar Influencer Dukung Omnibus Law, Dinilai Bentuk Penyalahgunaan Anggaran

NUSAWARTA - Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR Sukamta mengaku sangat menyayangkan jika para artis dan influencer digunakan untuk tujuan membangun opini politik atas kebijakan yang dianggap kontroversi atau bermasalah oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Sukamta terkait dengan sejumlah artis dan influencer yang diduga dikontrak pemerintah untuk mendukung atau mempromosikan RUU Omnimbus Law Cipta Kerja, melalui video bertagar #IndonesiaButuhuhKerja pada akun Instagram mereka.

“Jika Influencer digunakan sebagai sarana politik untuk menggiring opini publik terhadap persoalan pemerintahan yang sedang diperdebatkan, jelas ini tidak etis. Saya harap pemerintah jangan asal gunakan influencer,” kata Sukamta di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Menurut Sukamta, penggunaan artis dan influencer untuk mempromokan produk memang jadi salah satu model marketing yang sukses.

“Saya kira dengan menggunakan influencer bisa efektif untuk promosi wisata atau dalam rangka penanganan Covid-19 digunakan untuk sosialisasi disiplin protokol kesehatan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sukamta mengapresiasi sejumlah artis yang melakukan klarifikasi, menyampaikan permohonan maaf dan juga mengembalikan uang yang mereka dapat terkait postingan #indonesiabutuhkerja.

“Mendengar mereka mengatakan tidak tahu menahu jika unggahan dengan biaya 10 juta rupiah per postingan ternyata bernuansa politik. Menunjukkan kegiatan ini tidak transparan padahal menggunakan anggaran yang besar,” paparnya.

“Ini yang kita khawatirkan sejak awal ada penyalahgunaan anggaran miliaran yang mengalir ke perusahan buzzer bayaran atau sering disebut sebagai buzzerRp yang kadang membuat keonaran di media sosial untuk tujuan politik,” sambungnya.

Anggota Komisi I DPR ini berharap dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah lebih selektif dalam penggunaan anggaran untuk influencer.

“Fokus kita saat ini mengatasi pandemi, para artis dan influencer bisa diajak pemerintah untuk memperkuat kampanye disiplin protokol kesehatan. Saya kira ini akan lebih bermanfaat,” tukasnya. [krnlg]