-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Bayi Baru Lahir 1 Hari Positif Covid-19, Kok Bisa?

Bayi Baru Lahir 1 Hari Positif Covid-19, Kok Bisa?

NUSAWARTA - Pertama terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kabupaten Sleman, seorang bayi yang baru saja dilahirkan dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Dari dugaan sementara petugas kesehatan yang menangani hal itu, kemungkinan bayi ini tertular dari rahim ibunya melalui tali plasenta.

"Bayi yang terinfeksi masih berusia satu hari. Kami menduga memang sudah terinfeksi saat dalam kandungan. Positifnya bayi yang terinveksi setelah dilakukan setelah tes swab usai dilahirkan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Yogyakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, Kamis (20/8/2020).

Kasus bayi positif yang tertular melalui plasenta ini menjadi yang pertama di DIY. Sebelumnya belum ada kasus seperti ini.

Saat ini Dinas Kesehatan Sleman bersama dengan gugus tugas tengah melakukan kajian. apalagi ibu bayi saat mengandung sempat dinyatakan reaktif.

“Ibunya sempat reaktif, tetapi setelah 20 hari dilakukan uji swab dan hasilnya negatif,” tuturnya.

Untuk di Kabupaten Sleman data sementara,  ada dua bayi yang terinfeksi virus corona (Covid-19). Selain bayi yang baru dilahirkan, ada juga bayi yang baru berusia tiga bulan. sedangkan kedua bayi kondisinya cukup baik. Sedangkan jumlah kasus Covid di DIY makin bertambah. Kini ada 1090 orang yang positif terinfeksi Covid.

"Sebanyak 11220 orang dinyatakan suspek. Jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 713, dan meninggal dunia sebanyak 29 orang," ujar   Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Pemda DIY, Berty Murtiningsih.

Sementara itu, Pemkab Sleman upayakan pengadaan alat uji tes swab mandiri lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2020 Perubahan.

Menurut Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sleman, Shavitri Nurmala hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dari semakin bertambahnya pasien Covid.

Harga alat tersebut sekitar Rp1,1 miliar, namun harga tersebut menjadi Rp2,8 miliar bila lengkap dengan reagen/cartridge.

Saat ini, kata dia, alat tersebut masih dalam proses pengadaan. Pemkab berharap alat tersebut datang ke Sleman pada akhir Agustus 2020 ini. "Kemarin baru berhasil masuk ke SiRUP di bidang pengadaan barang dan jasa (BPBJ). Insya Allah Allah Senin bisa klik di e katalog, 3 - 5 hari kemudian barang datang," tuturnya. [wrte]