-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Begini Alasan Anak Buah Anies Tidak Gunakan Robot Pemadam Seharga Rp37,4 M Saat Kebakaran Gedung Kejagung

Begini Alasan Anak Buah Anies Tidak Gunakan Robot Pemadam Seharga Rp37,4 M Saat Kebakaran Gedung Kejagung

NUSAWARTA - Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta tidak mengeluarkan robot canggih mereka saat menghadapi kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8/2020).

Robot Canggih senilai Rp37,4 Miliar baru didemonstrasikan oleh Dinas Gulkarmat Februari 2020 lalu.

Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan Satriadi Gunawan mengatakan, saat insiden kebakaran gedung Kejagung, pihaknya tidak mengeluarkan dua robot itu lantaran titik api tak bisa dijangkau oleh robot berkapasitas 2.500 liter air itu.  

"Jadi kebakaran itu kan terjadi di gedung bangunan tinggi 6 dan 7 lantai. jadi secara operasional teknis itu yang paham kita. Robot enggak bisa. udah liat robotnya kan? kan enggak mungkin bisa kan. kira-kira bisa masuk bangunan itu ga? Enggak bisa," kata Satriadi saat dikonfirmasi Selasa (25/8/2020).

Satriadi menjelaskan,  fungsi kedua robot milik Gulkarmat ini adalah memadamkan kebakaran dengan sumber api yang tidak berada di ketinggian karena semprotan air yang dikeluarkan memang tidak bergerak vertikal. 

Misalnya kebakaran pada MRT atau LRT atau kebakaran  kilang minyak. Selain lebih efektif, robot ini juga lebih aman dipakai karena dikendalikan pakai remot jadi petugas bisa terhindar dari bahan yang mudah meledak saat kebakaran.

"Jadi fungsinya robotic itu mengantisipasi kebakaran yang ada di LRT dan Mrt. Kadang dia juga bisa berfungsi ke tempat yang berbahaya seperti contoh kilang minyak kebakaran,"pungkasnya.

Lantaran titik api yang sangat jauh, Satriadi mengatakan saat proses pemadaman Gedung Kejagung, pihaknya menggunakan teknologi lain yang dimiliki Gulkarmat. Ada dua alat yang digunakan yakni bronto skylift berukuran 90 meter dan 55 meter serta fire stick

"kebakaran Gedung Kejagung kan ada jarak. dan dia vertikal. jadi dia sangat efekif untuk menggunakan bronto skylife. dan memang bronto fungsinya unk bangunan tinggi. salah kita kalau menggunakan robotic untuk bangunan tinggi,"ucapnya.

Kedua robot ini sudah hampir tiga tahun ini di datangkan ke Jakarta. Robot canggih ini belum sekalipun dipakai untuk memadamkan kebakaran di Ibu Kota. Bahkan dua tahun pertama kedua robot ini dibiarkan nganggur lantaran belum ada operatornya. [akrt]