-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Bikin Narkoba Rumahan di Rumah Sakit, Polisi: Awalnya Ngaku Pura- Pura Sakit

Bikin Narkoba Rumahan di Rumah Sakit, Polisi: Awalnya Ngaku Pura- Pura Sakit

NUSAWARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Heru Novianto menceritakan awal mula pengungkapan kasus produksi narkoba rumahan di salah satu ruangan pribadi Rumah Sakit (RS) swasta di Jakarta Pusat.

Awalnya, pihak kepolisian menangkap pelaku berinisial MW yang kerap memesan narkoba jenis ekstasi itu kepada salah satu napi di Salemba.

Namun saat dilakukan penyelidikan, ternyata napi berinisial AU itu tengah dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Pusat.

“Tersangka (AU) beralasan sakit di RS AR makanya dirawat,” kata Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/8/2020).

Tersangka AU dirawat di ruang VIP karena beralasan sakit kronis. Saat digeledah, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba tersebut.

“Digeledah tapi tidak ditemukan narkotika,” ungkap Heru.

Tak sampai di situ, tim kemudian menggeledah tempat lain yang di ruangan pelaku dirawat. Al hasil, ditemukan alat bukti berupa pil ekstasi, alat cetak ekstasi, pewarna, satu buah telepon genggam dan perangkat pencetak ekstasi dari serbuk menjadi butiran.

“AU mengaku mendapatkan bahan baku pembuatan ekstasi dari situs jual beli Bukalapak. Selama dua bulan menjalankan kamuflase kejahatannya meraup keuntungan sebesar Rp140 juta,” ungkapnya.
Atas perbuatannya, tersangka MW diancam Pasal 113 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memindahkan narapidana berinisial AU (42), dari Rutan Salemba ke Lapas Karang Anyar, Nusakambangan yang memiliki tingkat pengamanan super maksimum.

Pemindahan pelaku dilakukan didasarkan pada pertimbangan keamanan dan tindakan tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh narapidana kasus narkotika dengan putusan pidana 15 tahun itu.

“AU segera kita dipindahkan hari ini ke Lapas dengan tingkat pengamanan ‘super maksimum security, one man one cell’ di Lapas Karang Anyar, Nusakambangan,” kata Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Reynhard Silitonga. [pjst]