-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Bukannya Fokus Pulihkan Ekonomi, Jokowi Malah Naikkan Anggaran Polri-Kemhan

Bukannya Fokus Pulihkan Ekonomi, Jokowi Malah Naikkan Anggaran Polri-Kemhan

NUSAWARTA - Pemerintah berencana untuk memulihakn perekonomian Indonesia yang mengalami kontrkasi pada tahun 2021. 

Untuk itu, berbagai langkah pun siap ditempuh pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi.

Namun, langkah Jokowi yang menaikkan anggaran belanja Kementerian Pertahanan dan juga Polri dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2021 dinilai aneh oleh Kepala Institut Harkat Negeri Awali Rizky. 

Sebab, menurut dia kedua kementerian dan lembaga (K/L) tersebut tidak memberikan kontribusi yang besar terhadap pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19.

Padahal, yang berperan besar dalam menunjang pemulihan ekonomi saat covid-19 adalah Usha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Ini kenapa ya anggaran kementerian pertahanan dan anggaran polisi yang naik pesat? Dibandingkan ekstremnya kementerian UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)," kata Awali Rizky dalam diskusi virtual Smart FM, Sabtu (15/8/2020).

Anggaran Kemenhan di RAPBN 2021 mencapai Rp 137 triliun, lebih besar dari outlook 2020 sejumlah Rp 117,9 trliun. 

Sementara anggaran untuk Polri naik dari tahun 2020 sebesar Rp 92,6 triliun menjadi Rp 112 triliun.

"Saya tidak tahu argumen ini ya (anggaran Kemenhan dan Polri naik). Saya sudah banyak bicara ini, stres juga ya," sambung Awali Rizky.

" Bagaimana Kementerian Koperasi dan UMKM hanya Rp 198 miliar," tambahnya.

"Artinya kalau kita ingin recovery (pemulihan ekonomi) UMKM-nya harus lebih diperhatikan," tutupnya. [idns]