-->

Breaking

logo

August 13, 2020

Buku Agama Islam SD di Pangkalpinang Diduga Lecehkan Nabi Muhammad, Tulisan Nabi Jadi Babi

Buku Agama Islam SD di Pangkalpinang Diduga Lecehkan Nabi Muhammad, Tulisan Nabi Jadi Babi

NUSAWARTA - Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas 2 di SDN 12 Pangkalpinang, Bangka Belitung, ditarik dari peredaran.

Pasalnya, dalam buku tersebut, terdapat kalimat kontroversial pada halaman 10, untuk soal pertanyaan nmor 15 dengan jawaban ganda.

Dalam kalimat soal, kata yang seharusnya ‘Nabi Muhammad’ ternyata tertulis dengan menggunakan huruf ‘B’ pada kata pertama.

“*abi Muhammad SAW menjelaskan, bahwa jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Ungkapan tersebut mengandung arti…” demikian bunyi soal tersebut.

Hal ini kali pertama diketahui salah seorang orangtua siswa yang kemudian membagikannya melalui grup Whatsapp pada Rabu (12/8) malam.

Tak butuh lama, unggahan itu lantas cepat menyebar di media sosial yang akhirnya diketahui pihak sekolah.

Kepala SDN 12 Kota Pangkalpinang, Puspita Anggraini menyatakan, penggunaan buku itu merupakan kesepakatan antara guru dan orangtua siswa.

“Selain murah, juga tidak ada paksaan. Bukunya baru datang kemarin,” ujarnya, Kamis (13/8/2020).

Puspita mengakui, pihak sekolah selama ini memang sudah mengenal dengan penerbit Mandali yang sudah memiliki nama.

Kontroversi buku itu sendiri baru diketahui setelah sudah ramai di media sosial.

“Pagi ini sudah ada orang dari Kejaksaan. Buku kemudian diambil Kejaksaan. Jadi, masalahnya ada di percetakan,” jelas Puspita.

Sementara, Kementerian Agama dan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang langsung mendatangi SDN 12 untuk memastikan kabar tersebut.

Didapati, ada sebanyak delapan eksemplas buku LKS yang langsung diamankan.

“LKS itu jumlahnya 38. Yang beredar sudah 30 eksemplar dan masih sisa delapan di sekolah. Sisanya sudah kita amankan,” terang Kasi Intel Kejari Pangkalpinang Ryan Sumartha Syamsu.

Sampai saat ini, pihaknya juga masih melakuka penelusuran terkait keberadaan buku tersebut.

“Ini kita juga sedang menelusuri siapa yang LKS tersebut dan Sekolah mana saja yang menggunakannya,” sambungnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak bisa memastikan apakah ada unsur pidana penistaan agama dalam peristiwa ini.

Pasalnya, ada kemungkinan kesalahan pengetikan naskah dalam buku terebut.

Indikasinya, berdsarkan komposisi huruf dalam keybord qwerty, posisi huruf ‘N’ bersebelahan persis dengan huruh ‘B’.

“Untuk unsur kelalaian, itu ranah polisi. Kami hanya fungsi pengawasan,” kata Ryan.

Selain itu, pihaknya juga sudah meminta Disdikbud Pangkalpinang untuk menyampaikan kepada seluruh Kepala SD agar menarik atau tidak membagikan ke siswa jika ada yang sudah menerima dan selanjutnya dititipkan di Kejari Pangkalpinang.

“Untuk petugas yang mengantar buku itu masih belum diperoleh informasi, namun yang pasti buku-buku yang sudah beredar untuk ditarik kembali,” katanya. [pjst]