-->

Breaking

logo

August 11, 2020

Bupati Agam dan Sekda Jadi Tersangka Ujaran Kebencian tapi Tidak Ditahan

Bupati Agam dan Sekda Jadi Tersangka Ujaran Kebencian tapi Tidak Ditahan

NUSAWARTA - Polda Sumbar menetapan dua orang tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap anggota DPR RI dari Partai Demokrat Mulyadi melalui akun Facebook palsu Mar Yanto.

Tak tanggung-tanggung, yang menjadi tersangka adalah Bupati Agam Indra Catri dan Sekda Martias Wanto.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Satake Bayu mengatakan surat penetapan tersangka Indra Catri dan Martias Wanto sudah diserahkan kepada mereka.

“Sudah P-21,” ujar Stefanus Satake Bayu, Selasa (11/8/2020).

Penetapan tersangka terhadap Indra Catri dan Martias Wanto itu berdasarkan pendalaman atas tiga orang lainnya yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Yakni Edi Syofiar seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Robi Putra (33) pegawai honorer di Kabupaten Agam, serta Rozi Hendra (50) (swasta) juga di Kabupaten Agam.

Hal itu dikuatkan dengan pemeriksaan terhadap 18 saksi ahli. Mulai dari saksi IT, ahli bahasa, kriminolog dan labfor.

Hasil gelar perkara di Bareskrim Polri pada Jumat (7/8), keduanya dinyatakan sebagai tersangka.

Indra Catri ditetapkan sebagai tersangka tambahan berdasarkan surat tap/33/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Sementara Martias Wanto berdasarkan berdasarkan surat tap/32/VII/Reg 2.5/2020/Ditreskrimsus tanggal 10 Agustus 2020.

Kendati demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap kedua pejabat publik itu.

“Belum ditahan, ini kan baru penetapan. Nanti akan dilakukan pemeriksaan dan lanjutan. Nanti kita tunggu perkembangan,” terangnya.

Stefanus Satake Bayu menyebut, Bupati dan Sekda Agam dikenakan pasal yang sama.

“Pasalnya sama, dengan kasus ujaran kebencian dan perbuatan tidak menyenangkan,” tandasnya. [pjst]