-->

Breaking

logo

August 19, 2020

Deklarasi KAMI Akan Sulit Dapatkan Simpati Publik Jika Gagal Tangkal Upaya Ini

Deklarasi KAMI Akan Sulit Dapatkan Simpati Publik Jika Gagal Tangkal Upaya Ini

NUSAWARTA - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, (18/8/2020) dihadiri sejumlah tokoh dan deklarator menuai pro dan kontra.

Ada yang menilai bahwa deklarasi yang dimotori Din Syamsuddin cs itu merupakan barisan sakit hati dan panggung untuk Pilpres 2024.

Namun, ada juga beranggapan kemunculan dan lahirnya KAMI akibat dari mandul dan tumpulnya kekuatan oposisi lantaran terbawa permainan pemerintah.

Demikian dikatakan oleh Ujang Komarudin Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) saat dihubungi Pojoksatu.id, Jakarta, Rabu (19/8/2020).

“Karena pihak oposisi juga sering terbawa permainan pemerintah. Seperti halnya penabahan kursi pimpinan MPR dan revisi UU KPK. Oposisi malah ikut arus koalisi pemerintah,” jelasnya.

Oleh karena itu para deklalator tersebut, kata Ujang, melihat bangsa ini sedang sakit. 

Ingin mengkritisi dan mengkoreksi pemerintah.

“Kritikan itu merupakan hal yang wajar dan merupakan hal biasa-biasa di negeri yang mengaku demokrasi seperti Indonesia” ucapnya.

Menurutnya, Jika gerakan KAMI murni untuk menyalamatkan Indonesia dan tidak digembosi oleh pihak pemerintah.

“Maka gerakan Din Syamsuddin dan Kawan-kawannya bisa menjadi gerakan yang akan mendapat simpati publik,” tuturnya. [pjst]