-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Ditanya Soal Gatot Nurmantyo, Ahmad Yani KAMI: Saya Mau Ketawa Ini…

Ditanya Soal Gatot Nurmantyo, Ahmad Yani KAMI: Saya Mau Ketawa Ini…

NUSAWARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dikait-kaitkan dengan keberadaan Gatot Nurmantyo.

Publik lantas berspekulasi bahwa KAMI menjadi kendaraan politik mantan Panglima TNI itu menuju Pilpres 2024 mendatang.

Apalagi, Gatot pada Pilpres 2019 lalu, sempat digadang-gadang bakal menjadi salah satu kandidat capres.

Namun anggapan itu dibantah Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani.

Sebaliknya, Yani mengaku heran dengan anggapan itu lantaran KAMI bukan kendaraan politik praktis milik Gatot.

Yani menegaskan bahwa gerakan yang dimotori Din Syamsuddin itu bukan organisasi kemasyarakatan atau partai politik.

“Bagaimana mau jadi kendaraanya Pak Gatot. (KAMI) Tidak akan mungkin jadi ormas atau parpol,” kata Yani saat dihubungi awak media, Kamis (20/8/2020).

Yani juga menyatakan bahwa KAMI tidak didanai oleh Gatot Nurmantyo.

Karena itu, Yani mengaku ingin menertawakan pihak-pihak yang menuding KAMI didanai Gatot.

“Saya mau ketawa ini. Tidak ada. Bahkan satu rupiah pun Pak Gatot tidak mengeluarkan uang,” katanya.

Yani menyatkan, saat hendak melakukan suatu kegiatan, semua pendanaan berasal dari iuran sukarela orang-orang yang bersimpati.

“Uang itu iuran dan partisipasi masing-masing,” sambungnya.

Sebelumnya, pengamat politik Ari Junaedi meragukan Gatot bakal bisa melenggang mudah menjadi salah satu kandidat capres di Pilpres 2024 mendatang.

“Karena masing-masing parpol sepertinya punya jagoannya masing-masing,” ulasnya, Selasa (18/8).

Dosen di Universitas Indonesia (UI) ini lantas mencotohkan apa yang dilakukan Partai Demokrat saat ini.

Diprediksi, partai berlambang bintang mercy itu akan menjagokan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres.

“Kemudian PDI Perjuangan, saya kira akan memajukan kadernya yang paling potensial. Demikian juga Golkar,” hematnya.

Menurut Ari, peluang Gatot satu-satunya hanya dengan mendirikan partai politik. Namun, langkah tersebut tidak bisa cepat.

Karena partai politik yang didirikan tidak dapat langsung mengusung nama calon presiden di Pilpres 2024.

“Di 2024 peluang politik Gatot saya kira semakin redup. Jika mau, dia harus bikin partai sendiri,” ujar dia.

“Namun, era Gatot sepertinya sudah selesai,” tandas Ari. [pjst]