-->

Breaking

logo

August 31, 2020

Fenomena Kematian Puluhan Lumb-Lumba di Lautan, Warga Mauritius Geram

Fenomena Kematian Puluhan Lumb-Lumba di Lautan, Warga Mauritius Geram

NUSAWARTA - Awal bulan ini sebuah kerusakan lingkungan berat terjadi di daerah perairan Mauritius.

Negara tersebut terpaksa mengumumkan situasi darurat karena adanya kapal bernama MV Wakashio dari Jepang mengalami kebocoran tangki bahan bakar dan karam di daerah tersebut.

Akibat hal ini, sebanyak 3.600 ton minyak tumpah ke daerah perairan yang ada di pesisir Pointe d'Esny.

Selain kerusakan lingkungan,sejauh ini bencanan tumpahan minyak ini juga telah menyebabkan korban lainnya.

Dikutip dari World of Buzz, bencana tumpahan minyak di Mauritius ini juga telah menelan korban jiwa belasan ekor lumba-lumba.

Sebanyak 39 lumba-lumba diketahui meninggal setelah terperangkap dalam zona yang tertutupi oleh minyak tersebut.

Tidak hanya 39 lumba-lumba yang meninggal, warga setempat juga melihat adanya sekitar 14-15 ekor lumba-lumba sedang mempertaruhkan nyawanya demi bisa keluar dari daerah berbahaya tersebut.

Melihat hal ini, lembaga Konservasi Kemaritiman Mauritius, Jacqueline Sauzier memberikan pendapatnya.

"Sesuatu yang kita tau akan terlibat dalam kejadian ini adalah kita tidak menghitung efek jangka panjangnya juga. Minyak ini adalah minyak rendah-sulfur terbaru yang diperkenalkan untuk bisa menekan polusi udara.

"Ini adalah kali pertama minyak seperti ini tumpah di lautan. Belum pernah ada studi yang membahas kejadian seperti ini sebelumnya terjadi di dunia," jelasnya.

Melihat hal ini, organisasi Greenpeace meminta pemerintah Mauritius untuk tidak diam saja.

Mereka meminta pemerintah untuk meluncurkan penyelidikan demi mengetahui penyebab karamnya kapal MV Wakashio di daerah tersebut.

Selain itu mereka juga meminta agar efek tumpahan minyak yang ada di lokasi tersebut bisa cepat diatasi. [wrte]