-->

Breaking

logo

August 23, 2020

Gak Nyangka, Pembunuh Satu Keluara di Baki Ternyata Teman Sendiri

Gak Nyangka, Pembunuh Satu Keluara di Baki Ternyata Teman Sendiri

NUSAWARTA - Terduga pembunuh satu keluarga di Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berhasil ditangkap polisi.

Pelaku yang membunuh empat orang sekeluarga di Dusun Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki, diciduk beberapa jam setelah mayat korban ditemukan.

Pelaku adalah teman korban yang sama-sama bekerja sebagai ojek online.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas di Polsek Baki membeberkan pelaku yakni HT, 41, juga merupakan warga Kecamatan Baki. Pelaku ditangkap Sabtu (22/8) sekitar pukul 04.00.

“Jumat (21/8) pukul 21.00 kita dapat laporan, langsung kita olah TKP dan periksa sejumlah saksi. Sabtu (22/8) pukul 01.00, kita kejar. Pukul 04.00 kita tangkap di rumahnya,” kata Bambang Yugo, kemarin.

Menurut Bambang Yugo, pelaku punya hubungan kerja sama dan kenal dekat dengan korban maupun keluarganya. Pelaku nekat menghabisi korban karena ingin memiliki harta benda korban.

“Pelaku punya utang dengan orang lain. Karena kepepet, lalu berniat menguasai harta benda korban, yakni mobil Avanza warna putih bernopol AD 9125 XT. Mobil tersebut digadaikan kepada seseorang setelah pelaku beraksi Rabu (19/8) dini hari,” paparnya.

Bambang Yugo masih enggan membeberkan detail pelaku dalam melakukan aksi kejamnya. Namun, Bambang Yugo menyebut pelaku menghilangkan nyawa para korban dengan pisau dapur yang diambil dari rumah korban.

“Kita juga amankan baju pelaku saat beraksi, tapi sudah dicuci ini,” kata kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP jo 338 dan 340. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup. Saat ini, polisi masih mendalami semua kemungkinan termasuk kemungkinan adanya pelaku lain.

Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Slemben RT 1 RW 5, Desa Duwet, Kecamatan Baki digegerkan dengan penemuan empat mayat dalam satu keluarga pada Jumat (21/8) malam.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, Jumat malam pukul 21.00, warga mencium bau tak sedap dari rumah Suranto. Saat itu rumah dalam kondisi gelap, namun jendela dalam kondisi terbuka.
Warga lalu menghubungi kakak korban, Maryono (53). Setelah itu, lewat jendela warga masuk ke dalam rumah. Setelah dibuka, di dalam rumah ada tubuh tergeletak dengan bercak darah.

Korban adalah Suranto (43), Sri Handayani (36) dan dua anak mereka, RR, kelas V SD serta DA, usia TK.

Maryono mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian ada orang yang menginap di rumah Suranto. Namun saat kejadian pria yang menginap tadi tidak ada di lokasi. [pjst]