-->

Breaking

logo

August 21, 2020

Gatot-Sandi Capres-Cawapres Pilpres 2024, Setuju?

Gatot-Sandi Capres-Cawapres Pilpres 2024, Setuju?

NUSAWARTA - Gelaran Pilpres 2024 memang masih kurang dari empat tahun lalu. Akan tetapi, kocok komposisi capres-cawapres sudah mulai mencuat.

Setidaknya ada dua pasang calon yang mulai diperbincangkan dan dipasang-pasangkan publik.

Pertama, pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani. Kedua, pasangan Anies Baswedan-AHY.

Akan tetapi, selain dua pasangan tersebut, ada satu pasangan lagi yang cukup menarik. Yakni pasangan Gatot Nurmantyo-Sandiaga Uno

Demikian disampaikan analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada RMOL, Kamis (20/8/2020).

“Hal menarik yang dicermati apabila yang muncul adalah pasangan Gatot Nurmantyo-Sandiaga Uno. Ini kombinasi yang sangat pas sekali,” ujar Iwel Sastra.

Menurutnya, sebagai mantan panglima TNI, Gatot memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.

Sedangkan Sandiaga Uno, dinilai sangat kuat di bidang ekonomi.

Namun, lanjut Iwel Sastra, peta pilpres mendatang masih kabut.

Selain masih lama, dinamikan politik akan terus berkembang. Termasuk soal dukungan dari partai politik.

“Kontestasi politik pemilihan presiden 2024 sangat sulit untuk diprediksi,” sebutnya.

Untuk Prabowo-Puan, walaupun diusung oleh partai besar, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, belum tentu mereka yang menang.

Dan menurut Iwel Sastra, ada kemungkinan pemilih Prabowo pada 2019, mengalihkan dukungan kepada calon lain.

Begitu juga dengan pemilih Jokowi, belum tentu memilih Prabowo-Puan.

“Inilah yang membuat sulit memprediksi siapa yang unggul,” tandasnya.

Sebelumnya, pengamat politik Ari Junaedi meragukan Gatot bakal bisa melenggang mudah menjadi salah satu kandidat capres di Pilpres 2024 mendatang.

“Karena masing-masing parpol sepertinya punya jagoannya masing-masing,” ulasnya, Selasa (18/8).

Dosen di Universitas Indonesia (UI) ini lantas mencotohkan apa yang dilakukan Partai Demokrat saat ini.

Diprediksi, partai berlambang bintang mercy itu akan menjagokan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai capres.

“Kemudian PDI Perjuangan, saya kira akan memajukan kadernya yang paling potensial. Demikian juga Golkar,” hematnya.

Menurut Ari, peluang Gatot satu-satunya hanya dengan mendirikan partai politik. Namun, langkah tersebut tidak bisa cepat.

Karena partai politik yang didirikan tidak dapat langsung mengusung nama calon presiden di Pilpres 2024.

“Di 2024 peluang politik Gatot saya kira semakin redup. Jika mau, dia harus bikin partai sendiri,” ujar dia.

“Namun, era Gatot sepertinya sudah selesai,” tandas Ari. [pjst]