-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Gibran Jangan Terlalu Kepedean, Hati-hati Isu Satu Ini Bisa Bikin Kelabakan

Gibran Jangan Terlalu Kepedean, Hati-hati Isu Satu Ini Bisa Bikin Kelabakan

NUSAWARTA - Duet dari jalur independen, Bagyo Wahyono - FX Supardjo, menjadi satu-satunya lawan duet Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa dalam pemilihan wali kota dan wakil wali kota Solo.

Sebelumnya, banyak analisis yang mengatakan pasangan Gibran - Teguh yang diusung koalisi partai (kecuali PKS) yang dimotori PDI Perjuangan  bakal melawan kotak kosong karena pasangan Bagyo - Supardjo diprediksi keteteran untuk lolos verifikasi faktual yang dilakukan KPU. 

Tetapi ternyata pasangan non partai itu berhasil lolos. Setelah pasangan perseorangan lulus verifikasi, pengamat politik menilai pilkada kota Solo kali ini akan menarik.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies Jerry Massie mengatakan majunya calon independen bakal membuat animo politik cukup tinggi.

Walaupun mendapat dukungan koalisi gemuk, menurut Jerry Massie, jangan sampai membuat Gibran terlalu over confidence. "Siapa pun bisa terjungkal," kata Jerry kepada Suara.com, Selasa (25/8/2020).

Dia mengingatkan bahwa dalam dunia politik segala sesuatu bisa berubah di luar dugaan. Dalam beberapa bulan ke depan, katanya, bisa saja electoral suara Gibran naik atau malah turun.

Saat ini jumlah pendukung Bagyo sudah mencapai 38.831 dukungan atau lebih besar dari syarat dari KPU minimal 35.870 dukungan.

"Jadi ini awal yang bagus, bagi calon independen untuk melawan Gibran," kata Jerry.

Lebih jauh, Jerry mengungkapkan salah satu isu politik yang bisa mengganggu elektabilitas Gibran.  "Bisa dengan isu politik dinasti membuat Gibran keteteran," katanya.

Menurut Jerry, jika calon independen bisa memenangkan pilkada, hal ini akan menjadi kejutan, apalagi lawannya anak presiden.

"Tapi pilwalkot Solo menarik disimak lantaran adu gengsi antara gajah dan semut," kata Jerry.

Jerry mengingatkan tentang sejarah pilkada Jakarta yang akhirnya membawa Anies Baswedan menjadi gubernur mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dalam berbagai survei menunjukkan kemenangan.

"Tapi ingat jangan sampai terjadi di pilkada DKI Jakarta Anies kalah telak disurvei, didukung partai raksasa toh akhirnya kalah. Be aware atau hati-hati," kata Jerry. [sra]