-->

Breaking

logo

August 25, 2020

Habib Rizieq Hingga Ust. Yusuf Mansur, Sederet Pemuka Agama Ini Pernah Dipenjara

Habib Rizieq Hingga Ust. Yusuf Mansur, Sederet Pemuka Agama Ini Pernah Dipenjara

NUSAWARTA - Pemuka agama identik dengan sosok yang ‘alim’ dan ‘bersih’. Namun, pada kenyataannya, banyak pemuka agama yang harus berurusan dengan hukum, bahkan hingga merasakan pahitnya dipenjara.

Menjadi panutan umat ternyata tak menjadikan beberapa pemuka agama ini kebal hukum. Berikut ini merupakan daftar pemuka agama yang pernah dipenjara.

Habib Rizieq
Dilansir dari Wikipedia, Habib Rizieq Shihab pernah merasakan dinginnya lantai penjara. Pada 20 April 2003, Habib Rizieq dijebloskan ke tahanan lantaran dianggap menghina Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal ini bermula dari dialog di dua stasiun televisi swasta, yaitu SCTV dan Trans TV.

Alhasil, Habib Rizieq mendapatkan vonis 7 bulan penjara dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Vonis tersebut dijatuhkan pada 29 Juli 2003.

Ustaz Yusuf Mansur
Pemuka agama lain yang juga pernah dipenjara adalah Ustaz Yusuf Mansur. Ust. Yusuf Mansur pernah dipenjara pada tahun 1998 lantaran tak mampu melunasi hutangnya sebesar Rp1,4 M. Pasca keluar dari penjara, ayah dari Wirda Mansur tersebut kembali dijebloskan ke dalam tahanan pada 1999.

Namun, Ust. Yusuf sendiri mengakui berhasil mengahafal Al-Qur’an selama berada di tahanan. Tak hanya itu, kini Ust. Yusuf Mansur sudah berhasil menjadi penceramah kondang dan menjalankan bisnis.

Habib Bahar bin Smith
Habib Bahar bin Smith juga pernah merasakan dinginnya jeruji besi. Hal ini lantaran tudingan penganiayaan anak di bawah umur pada 2019 silam. Habib Bahar sempat menghirup udara bebas karena program bebas bersyarat asimilasi. Namun, hal ini tak bertahan lama.

Habib Bahar bin Smith kembali dijebloskan ke tahanan lantaran dianggap tak mematuhi aturan PSBB. Ia diketahui mengadakan acara yang mengundang kerumunan massa di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin.

Abu Bakar Ba’asyir
Abu Bakar Ba’asyir juga pernah dipenjara pada 1983 lantaran dituduh menghasut orang untuk menolak Pancasila. Dilansir dari Wikipedia, Ba’asyir juga disebut melarang santrinya untuk memberikan penghormatan kepada bendera merah putih karena dianggap sebagai hal yang syirik.

Pada 16 Juni 2011, Ba’asyir divonis 15 tahun penjara oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia dinyatakan terlibat dalam pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung aksi terorisme. [okz]