-->

Breaking

logo

August 31, 2020

Hari Ini Edo Kondologit Pimpin Demo Mamah-mamah

Hari Ini Edo Kondologit Pimpin Demo Mamah-mamah

NUSAWARTA - Edo Kondologit memastikan akan melaporkan meninggalnya adik iparnya usai diserahkan ke polisi lantaran tersangkut kasus pidana.

Edo menduga, George Karel Rumbino alias Riko (21) meninggal usai mendapat penyiksaan di sel tahanan Mapolres Sorong, Papua Barat.

Penyanyi asal Papua ini menilai, ada keanehan terkait penyebab kematian adik iparna itu.

Pasalnya, ada bekas luka dan tembakan serta bekas tanda kekerasan di sejumlah bagian tubuh Riko.

Karena itu, Edo mengaku sama sekali tak mempercayai alasan polisi yang menyebut Riko melarikan diri.

“Itu melarikan diri bagaimana? Itu dia masih dalam tahanan Polres kok,” ujarnya dikonfirmasi awak media, Senin (31/8/2020).

Edo juga berkeyakinan bahwa Riko mendapat penyiksaan di sel tahanan Mapolres Sorong.

“Mereka seharusnya enggak bisa bertindak seenaknya seperti itu,” kecam Edo.

Atas perlakuan dan penyebab kematian tak wajar Riko itu, Edo mengaku sangat geram dan kecewa.

Karena itu, ia mengaku sudah mempersiapkan tuntutan hukum dan penyelidikan atas meninggalnya Riko.

“Kami akan tempuh jalur hukum. Hari ini kami pimpin Mamah-Mamah demo, setelah itu kami pihak keluarga akan membuat tuntutan resmi ke Kapolri agar dituntut secara benar,” ungkapnya.

Politisi PDIP ini juga meminta agar semua pihak yang bersalah, harus diproses hukum.

“Mereka yang bersalah harus ditindak secara benar, ini kan negara hukum bukan negara barbar,” tandasnya.

Sementara, dilansir Antara, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, Riko ditangkap atas dugaan tindak pidana kekerasan disertai dengan pemerkosaan.

Ia menjelaskan, saat itu Riko yang diduga di bawah pengaruh alkohol masuk ke rumah korban melalui jendela bagian belakang dan mengambil telepon seluler.

Akan tetapi, korban memergoki Riko saat hendak mengambil televisi.

Setelah itu, Riko dan korban saling dorong hingga korban terjatuh. Kemudian, Riko mencekik leher korban dengan tali hingga meninggal.

“Kemudian pelaku memperkosa korban sebanyak satu kali,” ungkapnya.

Ary Nyoto mengungkap, Riko sendiri berusha melarikan diri saat penyidik melakukan pengembangan untuk mencari tali yang digunakan untuk menjerat korban.

Namun, Riko akhirnya menabrak pintu kaca sehingga mengakibatkan luka pada kaki dan kepalanya.

Riko, sambungnya, juga mencoba melarikan diri saat akan dibawa penyidik menggunakan mobil menuju Pelabuhan Halte Doom.

Di perjalanan, tepatnya sebelum Masjid Al Jihad, tersangka yang berada di kursi belakang mobil mencoba mengambil senjata api salah satu anggota tim.

“Tim kemudian mengambil tindakan tegas terukur terhadap tersangka. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Sele Be Solu untuk mendapatkan pengobatan,” tutur Ary.

Usai dari RS, tersangka Riko dibawa kembali ke Mapolres Sorong Kota. Ketika pemeriksaan hendak dilakukan, Riko mengeluh pusing dan penyidikan pun dihentikan.

Riko kemudian dikembalikan ke dalam sel tahanan. Di dalam sel tahanan, kata Ary, tersangka sempat dianiaya salah satu tahanan lain.

“Anggota piket kemudian melakukan pengecekan CCTV ruang tahanan dan ditemukan bahwa tahanan atas nama Cece melakukan penganiayaan berulang-ulang terhadap Riko pada bagian dada dan wajah,” pungkas Ary. [pjst]