-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Harusnya Pemerintah Itu Bisa Berterima Kasih pada Gerakan KAMI Bukannya Malah Menggebuk

Harusnya Pemerintah Itu Bisa Berterima Kasih pada Gerakan KAMI Bukannya Malah Menggebuk

NUSAWARTA - Pemerintah Joko Widodo seharusnya berterimakasih dengan adanya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang lebih berharga dibanding Kementerian/Lembaga yang fungsinya tidak signifikan.

Begitu kata pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam atas adanya intimidasi terhadap tokoh KAMI seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin.

"Intimidasi terhadap tokoh KAMI merupakan salah bentuk ketakutan terhadap gerakan yang selama ini dilakukannya.Namun saya aneh dengan adanya intimidasi, apa salahnya kelompok masyarakat yang memberikan kritik dan masukan kepada Pemerintahan?. Kok sampai terjadi tindakan intimidasi?" ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (17/8).

Seharusnya kata Saiful, gerakan seperti KAMI dirawat dan di pelihara oleh negara untuk dapat masukan dan kritikan gratis.

"Saya kira kalau kita paham berbangsa, justru gerakan-gerakan semacam KAMI ini dirawat dan dipelihara oleh Negara, dapat masukan dan kritikan gratis kok malah dianggap mengancam?" kata Saiful.

Bahkan kata Saiful, pemerintah seharusnya berterimakasih dengan adanya gerakan KAMI yang berupaya menyelamatkan bangsa.

"Bukan malah digebukin. Saya kira daripada Kementerian atau Lembaga yang fungsinya tidak signifikan lebih berharga dan berarti KAMI yang gerakan dan fungsi organisasinya menginginkan kemaslahatan guna perbaikan bangsa," jelas Saiful.

Dengan demikian sambung Saiful, jika Presiden Jokowi pro terhadap perbaikan tatanan fungsi kenegaraan, 

maka harus segera memberikan arahan kepada penegak hukum untuk menangkap pihak-pihak yang melakukan intimidasi terhadap tokoh KAMI.

"Kalau Presiden pro terhadap perbaikan tatanan fungsi kenegaraan, saya kira dapat memberikan arahan kepada penegak hukum untuk menangkap pihak-pihak yang melakukan atau menjadi otak intimidasi bagi tokoh-tokoh KAMI," pungkasnya. [rml]