-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Hasil Survei IPI : Edy Rahmayadi Terendah Sense Of Crisis Covid-19

Hasil Survei IPI : Edy Rahmayadi Terendah Sense Of Crisis Covid-19

NUSAWARTA - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menempati posisi paling buncit dalam daftar kepala daerah yang memiliki sense of crisis dalam menangani Covid-19.

Ini terungkap dalam survei pemuka opini Lembaga Indikator Politik Indonesia (IPI) yang disiarkan dalam konperensi pers secara virtual, Kamis (20/8/2020).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menjelaskan ada tujuh kepada daerah yang dijadikan bahan survei, dimana ketujuhnya dianggap memiliki potensi lebih besar menjadi calon pemimpin nasional.

Ketujuhnya adalah Edy Rahmayadi, kemudian Anies Baswedan (Gubernur DKI) adalah Ridwan Kamil (Gubenur Jawa Barat), Ganjar Pranowo (Gubenur Jawa Tengah), Khofifah Indar Parawansa (Gubenur Jawa Timur), Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) dan Wahidin Halim (Gubernur Banten).

Salah satu yang disoroti dalam survei ini adalah bagaimana kepekaan ketujuh kepala daerah tersebut dalam penanganan virus corona di daerahnya.

Dari nama-nama tersebut, Anies mendapatkan nilai paling tinggi dari skala penilaian nol sampai seratus. “Anies Baswedan mendapat skor yang paling tinggi, yakni 72,9. Seratus artinya yang paling tinggi,” sebut Burhanuddin.

Setelah Anies, peringkat kedua diraih Ridwan Kamil (skor 72,1), Ganjar Pranowo (skor 72,0), Khofifah Indar Parawansa (skor 64,5), Nurdin Abdullah (skor 64,4), Wahidin Halim (skor 63,5), dan paling rendah Edy Rahmayadi (skor 62,6).

Dijelaskan Burhanuddin survei ini berbeda dari biasanya karena membutuhkan kualitas informasi dari para responden untuk mengevaluasi model penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah, kepemimpinan para pengambil keputusan, struktur birokrasi. 

Karena itu, responden dalam survei ini adalah mereka yang dianggap sebagai pemuka opini.

Respondennya adalah 304 orang pemuka opini dari 20 kota yang terdiri dari akademikus yang menjadi rujukan media, pengamat kesehatan, sosial, dan politik, redaktur politik dan kesehatan media, pengusaha, tokoh organisasi keagamaan, tokoh organisasi masyarakat, LSM, dan organisasi profesi. 

Dan survei ini telah dilakukan sejak awal Juli hingga awal Agustus 2020. [pjst]