-->

Breaking

logo

August 29, 2020

Heboh Soal Bayi 'Di-COVID-kan' di Medan, Satgas Angkat Bicara

Heboh Soal Bayi 'Di-COVID-kan' di Medan, Satgas Angkat Bicara

NUSAWARTA - Foto pembongkaran peti, plastik hingga kafan yang membalut jenazah bayi disertai narasi menyebut pihak rumah sakit memaksa keluarga meneken surat kematian karena Corona (COVID-19) di Medan viral. Satgas COVID-19 Medan memastikan rumah sakit tak asal menetapkan seorang positif atau negatif COVID-19.

"Kalau dikatakan COVID positif, apabila pasien sudah ditangani dokter DPJP-nya, sah. Nggak bisa ditolak lagi, DPJP itu dokter penanggungjawab. Artinya dia sudah bekerja sesuai dengan SOP, sudah menjalankan dengan tindak tanduk sesuai protokol kesehatan," kata Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, Sabtu (29/8/2020).

Sebagai informasi, foto-foto sejumlah orang membongkar peti, plastik hingga kafan jenazah bayi itu diunggah oleh akun Facebook Aditiya Ginting pada Jumat (28/8) malam. Dia juga menyertakan narasi yang menyebut jenazah bayi tersebut sempat disembunyikan salah satu rumah sakit di Medan.

Dalam unggahannya itu, Aditiya menyebut bayi tersebut bukan meninggal karena infeksi Corona, melainkan sesak nafas dan tertelan air ketuban. Dia menyebut pihak keluarga bayi dipaksa menandatangani surat keterangan COVID-19.

Jika tak meneken surat tersebut, tulis Aditiya, maka keluarga dibebani biaya Rp 5,5 juta. Dia menulis kalau pihak keluarga akhirnya meneken surat kematian yang mengatakan bayi tersebut wafat karena COVID-19. Dia menyebut jenazah bayi itu kemudian dibawa pulang oleh pihak keluarga sebelum akhirnya dilakukan pembongkaran peti.

Kembali ke Mardohar. Dia mengatakan seharusnya jenazah pasien COVID-19 langsung dibawa ke pemakaman setelah proses pemulasaraan selesai dilakukan di rumah sakit.

"Kalau dibawa ke rumah begitu, itu ada hal yang nggak betul. Begitupun, coba saya tanya ke Pirngadi sejauh mana cerita itu, karena dari kemarin tidak ada mendengar cerita itu," ujar Mardohar.

Mardohar menegaskan peti jenazah pasien COVID-19 tak boleh dibuka. Dia mengatakan jenazah pasien COVID-19 juga harus segera dimakamkan usai pemulasaraan jenazah selesai.

"Mana boleh, nggak boleh. Kalau anak kecil itu meninggal karena COVID artinya kan sudah dibungkus, sudah ditutup peti dan segera dikuburkan. Dia dikuburkan secara (protokol) COVID nggak, maksudnya ke (pemakaman khusus) di Simalingkar B? Kalau bisa dibuka sama keluarga pasien artinya dibongkar itu, ada hukumnya. Kalau itu dibongkar di rumah sakit, kemungkinan besar kalau sudah ber-plastik kan ada pemaksaan," ujarnya. [dtk]