-->

Breaking

logo

August 8, 2020

Ibu Melahirkan Sendiri di RS Jombang hingga Bayi Meninggal, Ini Pinta Keluarga

Ibu Melahirkan Sendiri di RS Jombang hingga Bayi Meninggal, Ini Pinta Keluarga

NUSAWARTA - Ibu melahirkan sendiri tanpa bantuan tenaga medis di Rumah Sakit Pelengkap Medical Center (RS PMC), Jombang hingga bayinya meninggal. 

Keluarga korban meminta dokter dan perawat yang bertugas saat persalinan meminta maaf.

Permintaan itu disampaikan suami ibu berinisial DR (27), BK (29) usai menceritakan persoalan yang menimpa istri dan bayinya ke anggota Komisi D DPRD Jombang. Warga Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito ini meminta pihak RS PMC meminta maaf kepada keluarganya.

"Kemarin memang perwakilan rumah sakit sudah datang ke rumah untuk meminta maaf. Tapi belum cukup karena belum ada pihak terkait. Yaitu dokter dan perawat yang waktu itu jaga menemui saya," kata BK kepada wartawan di kantor DPRD Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Sabtu (8/8/2020).

Saat berkunjung ke rumahnya, lanjut BK, perwakilan RS PMC mengajak dirinya untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Namun, pihaknya belum bersedia menerima permintaan maaf tersebut.

"Saya mintanya saya ingin tahu kronologi meninggalnya anak saya bagaimana. Karena di surat kematiannya tidak tertulis. Saya maunya yang bersangkutan (dokter dan perawat yang bertugas menangani persalinan istrinya) meminta maaf ke istri dan mertua saya. Pihak Dinas Kesehatan memberikan hukuman atau apa, terserah," tegasnya.

BK menjelaskan, permintaan maaf dari RS PMC sebenarnya akan disampaikan langsung ke keluarganya hari ini. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena istrinya masih trauma.

"Hari ini sebenarnya mau ketemu, tapi istri saya belum siap mentalnya untuk bertemu orang banyak. Jelas trauma, sampai sekarang istri saya tak mau melihat foto anak saya (bayi yang meninggal di RS PMC)," terangnya.

Meski kesal dengan pelayanan RS PMC yang membuat istrinya melahirkan sendiri hingga bayinya meninggal dunia, BK belum berniat melaporkan kasus ini ke Polres Jombang. Dia mengaku hanya berupaya mencegah kasus serupa terulang di Kota Santri.

"Pihak rumah sakit supaya bisa mengoreksi kinerjanya. Agar pelayanan kesehatan, khususnya di jombang, agar tidak ada orang-orang kecil seperti saya merasakan ini lagi," lanjutnya.

DR melahirkan sendiri anak keduanya di ruangan Darusallam RS PMC tanpa dibantu petugas medis pada Selasa (4/8) dini hari. Saat itu, dia hanya ditemani ibu kandungnya, AL (63). 

Dia dipindahkan ke ruang isolasi Darusallam karena reaktif saat di-rapid test di IGD rumah sakit tersebut.

Perempuan yang berprofesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta di Jombang ini menyebut, petugas medis baru memberikan pertolongan sekitar 30 menit setelah bayinya lahir. Yaitu sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, petugas medis RS PMC memastikan bayi perempuan DR sudah meninggal dunia.

Padahal, AL sudah berusaha meminta pertolongan ke perawat sejak bayinya baru terlihat rambutnya. Ditambah lagi saat itu DR sudah banyak mengeluarkan air ketuban. Namun, perawat RS PMC meminta mereka menunggu hingga pukul 09.00 WIB dengan alasan masih tahap observasi. [dtk]