-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Ingatkan Jokowi, Din Syamsuddin: "Tangan Langit Sudah Menerpa di Bumi"

Ingatkan Jokowi, Din Syamsuddin: "Tangan Langit Sudah Menerpa di Bumi"

NUSAWARTA - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI, Din Syamsuddin kembali menegaskan bahwa KAMI merupakan gerakan moral.

Gerakan ini menyuarakan aspirasi rakyat, bukan gerakan untuk menjatuhkan pemerintahan  Presiden Jokowi.

Meski tidak bertujuan menjatuhkan Jokowi, sikap KAMI kepada pemerintah sangat kritis.

“Kalau sikap nilainya kami kritik, banyak mengeritik, semua assessment kami itu kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi,” kata Din Syamsuddin saat berbincang dengan ahli hukum tata negara, Refly Harun melalui channel YouTube, Refly Harun, Selasa (17/8).

“Tapi kalau lebih maju lagi, apakah perlu (Presiden Jokowi) diturunkan atau tidak, itu bukan domain KAMI,” tegas Din Syamsuddin.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menegaskan bahwa menjatuhkan pemerintahan yang sah bukan gerakan moral, tetapi gerakan politik.

“Itu bukan domain gerakan moral. Itu domain politik formal kekuasaan, seperti DPR dan MPR. KAMI tidak masuk ke sana, KAMI bukan anggota DPR,” kata mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia atau MUI itu.

Selain gerakan politik, gerakan rakyat juga bisa menjatuhkan presiden. Sebab yang berdaulat adalah rakyat. Namun KAMI tidak masuk dalam gerakan itu karena KAMI hanya gerakan moral.

Soal kekuasaan, Din mengaku berpegang pada agama. Dalam Alquran disebutkan bahwa Allah yang memberikan kekuasaan kepada seseorang dan Allah juga yang mencabutnya. Allah yang memuliakan seseorang dan yang menghinakan seseorang.

Din mengaku telah merasakan tanda-tanda bahaya bagi pemerintahan Jokowi. Karena itu, Din mengingatkan Jokowi agar lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahannya.

“Firasat saya ya, ini tangan langit sudah menerpa di bumi, jangan main-main dengan tanda-tanda ini,” tegas Din.

Din juga meminta para pendukung Jokowi untuk tidak selalu memojokkan umat Islam dengan tuduhan radikal.

“Janganlah kalangan Islam itu dituduh radikal, di mana-mana radikal, ekstrimis. Tahu gak yang terjadi? Akhirnya (banyak yang bilang) kalau begitu kita radikal saja, karena kita menghadapi tuduhan yang radikal,” kata Din.

Din menyebut kelompok yang selalu menuduh Islam radikal secara tidak langsung menujukkan bahwa kelompok itulah yang radikal.

“Jadi kelompok yang menuduh radikal itu sebenarnya menunjukkan sikap yang radikal,” pungkas Din Syamsuddin. [pjst]