-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Ini Reaksi Jerinx SID saat Tes Covid-19 hingga Ditahan Polisi

Ini Reaksi Jerinx SID saat Tes Covid-19 hingga Ditahan Polisi

NUSAWARTA - Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi menyatakan bahwa I Gede Ari Astana alias Jerinx (Jrx) bersikap kooperatif selama menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian. 

Jerinx juga disebut kooperatif saat ditahan di Rutan Mapolda Bali.

Bahkan, Jerinx yang sebelumnya menolak untuk dilakukan rapid tes, kini mengikuti aturan tersebut. Jerinx menjalani rapid tes sebelum dilakukan penahanan. 

Hasil rapid tes, Jerinx dinyatakan non-reaktif.

"Jerinx kooperatif. (Jerinx) juga sudah (rapid tes) dan hasilnya non-reaktif," kata Syamsi saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (12/8/2020).

Sekadar informasi, Drummer band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian oleh Polda Bali. 

Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pernyataannya yang diunggah lewat media sosial Instagram pribadinya.

Jerinx dilaporkan oleh IDI Provinsi Bali terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian pada 16 Juli 2020, lalu. 

IDI merasa dihina oleh Jerinx karena IDI dan rumah sakit disebut menjadi kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Terkait laporan tersebut, Polda Bali sudah memeriksa Jerinx sebagai tersangka. 

Polisi sudah mengantongi keterangan Jerinx sebelum pada akhirnya dilakukan penahanan.

Atas perbuatannya, Jerinx disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 310 KUHP dan atau pasal 311 KUHP. 

Sejalan dengan pasal tersebut, Jerinx terancam hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. [okz]