-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Ini Yang Akan Dilakukan KAMI Usai Deklarasi

Ini Yang Akan Dilakukan KAMI Usai Deklarasi

NUSAWARTA - Ratusan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan terus menampung dan merangkum aspirasi rakyat Indonesia hingga membentuk kelompok kerja (Pokja) di masing-masing sektor.

Hal itu merupakan rencana yang akan dilakukan deklarator KAMI usai deklarasi dan menyampaikan maklumat pada Selasa (18/8) kemarin di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Inisiator dan juga deklarator KAMI, Ahmad Yani mengatakan, deklarasi kemarin merupakan bentuk perkenalan dan menyampaikan jati diri maupun tuntutan KAMI agar rakyat Indonesia mengetahuinya.

"KAMI hadir dalam rangka untuk sebagimana memberikan pandangan-pandangan kami dengan berbagai macam persoalan yang dihadapi negara dan bangsa saat ini. Mulai dari soal ekonomi, politik, hukum, sosial budaya dan lain sebagainya," ujar Ahmad Yani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/8).

Yani kembali menegaskan bahwa KAMI bukan organisasi yang terstruktur, meskipun banyak jejaring KAMI yang ada di berbagai provinsi di Indonesia.

Usai deklarasi kemarin, para deklarator akan terus menampung aspirasi dari rakyat Indonesia.

"Tentunya kita menerima, menampung seluruh aspirasi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Tidak akan berhenti (di 8 maklumat), seluruh aspirasi, keinginan, pandangan dan lain sebagainya akan kita tampung. Tapi hampir apa yang kita sampaikan 8 besar itu lah semua hidup dan kehidupan kita pasti sudah tercakup semua seperti itu," jelas Yani.

Selain itu, sambung Yani, pihak juga akan membentuk kelompok kerja (Pokja) di masing-masing keahlian para deklarator.

"Kita akan membentuk pokja-pokja yang serius. Pokja di bidang politik, pokja bidang ekonomi, dan lain-lain. Sekaligus mengkonselerasi dengan jaring jejaring di wilayah," pungkas Yani.

Pemuda Muhammadiyah: Tidak Banyak Negarawan, Kebanyakan Pejabat Pikirkan Kelompoknya Sendiri

Bangsa Indonesia saat ini sedang kekurangan negarawan yang tidak hanya memikirkan kelompoknya di saat memiliki jabatan.

Begitu kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto saat menjadi narasumber di acara Tanya Jawab Cak Ulung yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL bertajuk "Proklamasi dan Politik Milenial Di Tengah Corona", Rabu (19/8).

Menurut Sunanto, banyak pihak yang memiliki jabatan publik hanya memikirkan kelompoknya saja.

"Saya melihat bahwa memang tidak terlalu banyak orang-orang yang menjadi negarawan di bangsa ini. Sehingga siapapun yang menjabat dia hanya banyak yang mengayomi menjadi politisi hanya membicarakan partainya, menjadi pejabat hanya memikirkan kelompoknya," ujar Sunanto.

Sehingga kata Sunanto, saat ini yang harus dipikirkan ialah bagaimana melahirkan pemimpin yang negarawan yang bisa mengayomi semua rakyat Indonesia tanpa pandang bulu.

Saya kira itu yang harus kita pikirkan, bagaimana melahirkan orang-orang yang memiliki policy pemikiran yang terbuka menjadi rakyat atau pejabat negarawan kalau sudah jadi pemimpin, maka sudah seharusnya mereka pikirannya luas," kata Sunanto.

"Jadi yang perlu di hidupin dan perlu dibangkitkan tidak hanya kelompoknya saja, baik yang mengkritik atau yang menjadi pendukungnya itu sama-sama rakyat Indonesia. Dan kewajiban bangsa ini untuk mengayomi dan memberikan fasilitasi untuk kemajuan kita," pungkasnya. [rml]