-->

Breaking

logo

August 31, 2020

Inilah Korut, Diduga Jadi Ancaman Sang Pemimpin, Adik Kim Jong-Un Tiba-tiba Menghilang

Inilah Korut, Diduga Jadi Ancaman Sang Pemimpin, Adik Kim Jong-Un Tiba-tiba Menghilang

NUSAWARTA - Rumor tak sedap kembali menghinggapi pemerintahan Korea Utara (Korut) dan pemimpin besarnya, Kim Jong-un. Pasalnya, setelah Kim dikabarkan koma, kini adiknya, Kim Yo-jong justru diberitakan menghilang.

Tidak hanya itu, pakar menyebut bahwa hilangnya Yo-jong diduga lantaran ia dianggap sebagai ancaman oleh Kim.

Sebagaimana diwartakan oleh Archyde, adik Kim dilaporkan terakhir muncul di Pyongyang pada 27 Juli lalu. Padahal, sejak Kim diberitakan koma mulai April lalu, adiknya lebih sering tampil di depan umum dan berbicara atas nama kakaknya. Namun, kini ketika Kim muncul hingga dikelilingi oleh pejabat Korut, sang adik tetap tidak diketahui di mana rimbanya.

Mengutip NK News, News Australia juga menambahkan bagaimana pada tanggal 13 Agustus, Yo-jong terlihat absen dari politbiro atau rapat kabinet. Sebaliknya, berbagai foto justru menunjukkan dengan jelas bagaimana Kim dikelilingi oleh banyak pejabat tinggi.

Kabar raibnya Yo-jong ini jelas menggegerkan terlebih lantaran ia dianggap sebagai 'orang nomor dua' di Pyongyang. Sontak, hilangnya Yo-jong dari pemberitaan memicu spekulasi bahwa dia sekarang dilihat sebagai ancaman oleh kakaknya, Kim.

Spekulasi itu pun kini makin didengungkan oleh Profesor Nam Sung-wook dari Universitas Korea. Kepada Chosun Ilbo, Nam bahkan menjelaskan bagaimana di masa lalu, seseorang akan tersingkir jika dia dianggap sebagai orang nomor dua.

"Tidak mungkin ada kekuatan yang setara, meskipun Kim Yo-jong bisa dikatakan anggota keluarga. Di masa lalu, siapa pun dirampas dari posisi mereka saat mereka digambarkan sebagai orang nomor dua di (Korea) Utara," kata Nam.

Meski begitu, Nam juga menerangkan bahwa ada kemungkinan bahwa Yo-jong memutuskan mundur atas inisiatif sendiri.

Menurut News Australia, spekulasi yang dilontarkan oleh Nam memang ada benarnya, dan Yo-jong pantas waspada. Pasalnya, seperti penjelasan Nam, keluarga Kim memang terkenal memiliki sejarah kelam perebutan kekuasaan.

Pada 2017 lalu misalnya, saudara laki-laki Kim, Kim Jong-nam diketahui tewas dibunuh di bandara Kuala Lumpur. Terkait dengan insiden ini, banyak pihak yang kemudian menuding bahwa Kim Jong-un adalah dalang dari pembunuhan Kim Jong-nam.

Sementara itu, saat ini, Kim sendiri tidak memiliki banyak saingan. Mengingat pada awal pemerintahannya, ia telah mengeksekusi orang-orang seperti pamannya, Jang Song-thaek.

Padahal, seperti diketahui, Jang sempat disebut sebagai pemimpin de-facto Korut. Terutama ketika ayah Kim, Kim Jong-il, jatuh sakit sebelum akhirnya ia meninggal pada tahun 2011.

Kemudian, 2 tahun setelah Kim naik takhta, Jang juga diketahui sempat menghilang. Kala itu, persis seperti Yo-jong sekarang, Jang juga tidak hadir dalam pertemuan-pertemuan penting.

Setelah itu, pada akhir tahun 2013, sebuah pernyataan dikeluarkan oleh Pyongyang. Dalam pernyataannya, pemerintahan Kim pun menyebut Jang 'lebih buruk dari anjing'.

Jang saat itu bahkan dituduh telah merebut kekuasaan tertinggi dengan cara yang paling licik. Dianggap berkhianat, Jang akhirnya dieksekusi dan kabarnya ia dihukum bersama dengan kerabat serta anak-anaknya.

Sementara itu, Lee Sung-yoon, profesor dari Sekolah Hukum dan Diplomasi Fletcher Universitas Tufts, menjelaskan bahwa Yo-jong sebenarnya tengah dipersiapkan untuk menempati kekuasaan.

Mengutip New York Post, Lee lantas menerangkan bahwa tidak seperti kakak laki-lakinya, Yo-jong berusaha membangun reputasinya sebagai orang yang kejam.

"Dia kemungkinan akan mencoba membuktikan dirinya lebih berbahaya dan tirani daripada saudara laki-lakinya sendiri, ayah, bahkan kakeknya," ucap Lee. [akrt]