-->

Breaking

logo

August 29, 2020

IRONI! Negara Muslim Terbesar di Dunia, Nyatanya Lebih dari Separuh Muslim di Indonesia Tidak Bisa Baca Al-Qur'an

IRONI! Negara Muslim Terbesar di Dunia, Nyatanya Lebih dari Separuh Muslim di Indonesia Tidak Bisa Baca Al-Qur'an

NUSAWARTA - Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Namun lebih dari separuh muslim di Indonesia tak bisa baca Alquran. Setidaknya itulah fakta yang ada.

Seperti diketahui, Indonesia tercatat sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia, karena menyumbang hingga 12,7 persen dari populasi dunia. Dari dua ratus jutaan lebih penduduk Indonesia, sedikitnya 88,1 persen beragama Islam.

Nah, soal temuan data lebih dari separuh muslim di Indonesia tak bisa baca Alquran, setidaknya tercantum dalam data survei Kampus Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) Jakarta. Dalam laporannya, yang disampaikan pada 2018 lalu, lebih dari separuh muslim Indonesia belum bisa membaca Alquran.

“Data dari PTIQ yang belum bisa membaca Al quran 60-70 persen,” ujar Ustadz Achmad Farid Hasan saat ditemui di acara “Coaching Clinic 1 Jam Bisa Membaca Alquran” pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-27 di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatera Utara.

Dari hasil riset Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, tahun 2015 yang disampaikan oleh Kiai Haji Salahudin Wahid atau Gus Solah menyebutkan bahwa orang Indonesia yang bisa membaca Alquran baru 23 persen.

Senada juga disampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada tahun 2013, BPS menyebutkan ada 54 persen dari total populasi Muslim di Indonesia masih buta aksara Alquran. Lagi-lagi, angkanya melebihi separuh jumlah. Demikian disitat Islami.

Hal inilah yang menjadi dilema tersendiri. Jangankan masyarakat sudah bisa pengamalan Alquran. Sebab hingga kini masih banyak Muslim yang di tahap pemahaman saja belum selesai.

Ironi

Sementara itu CEO Cinta Quran, Fatih Karim, dalam sebuah kesempatan wawancara menyebutkan, senada. Kata dia, dari seluruh penduduk muslim di tanah air, sekitar 58 persen buta aksara Alquran.

“Meski mayoritas muslim tapi 58 persennya tidak bisa membaca Alquran. Bahkan di Aceh, lebih 65 persen tidak bisa baca Alquran,” kata Fatih.

Realitas inilah yang kemudian menimbulkan keprihatinan dan menjadi motivasinya, melalui Cinta Quran untuk membantu mengentaskan buta aksara Alquran ini.

“Ada orang yang membuat karya menciptakan metode Tahrir supaya dalam satu hari bisa baca Alquran, bisa saja, meski belum lancar dan benar. Lalu dikembangkan lagi metode Tikror bisa mengartikan, jadi bisa lebih jleb,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya menargetkan 10 ribu muslimah di 10 kota bisa membaca Alquran.

“Mengapa muslimah, karena mereka yang nanti ‘didaulat’ mengajarkan ke anak-anak mereka.” [hps]