-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Jalan Sendiri, Tak Punya Kawan Seperjuangan, PKS Solo Janji Berikan Kejutan Bagi Gibran

Jalan Sendiri, Tak Punya Kawan Seperjuangan, PKS Solo Janji Berikan Kejutan Bagi Gibran

NUSAWARTA - Bakal Calon Wali Kota Solo, Gibran Rskabuming Raka, sudah seperti calon istimewa di tanah Solo. Tiga partai besar di sana, Golkar, Gerindra, dan PAN secara resmi sudah memberikan dukungannya kepada Gibran dan pasangannya Teguh Prakosa. Semakin istimewa tatkala yang memberikan dukungannya adalah para petinggi elit masing-masing partai.

Gibran-Teguh Prakosa menerima surat rekomendasi dari Ketua Umum masing-masing partai tersebut Rabu 12 Agustus 2020. 

Gibran-Teguh sendiri menerima rekomendasi dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jakarta di hari yang sama.

Jauh sebelum itu, pada awal Agustus lalu, Partai Gerindra sudah memberikan dukungannya melalui rekomendasi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Artinya, peluang PKS benar-benar terkunci. kesempatan PKS untuk mendapatkan koalisi melawan Gibran menjadi nol persen. Sebab, secara otomatis PKS menjadi satu-satunya partai yang belum menunjukkan sikap dalam Pilwakot Solo 2020.

Namun, PKS Solo menyatakan hal itu tak menjadi masalah. Alih-alih memberi dukungan, partai ini justru bersikap santai menghadapi kenyataan pahit yang sebenarnya sudah tak terhindarkan.

“Tenang saja, kita sudah punya plan A, plan B dan plan C. Nanti pada akhir-akhir akan kita berikan kejutan. Biarkan yang lain bergerak dulu,” kata Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail menanggapi turunnya rekomendasi dukungan ke Gibran-Teguh tersebut, beberapa waktu lalu.

Ghofar menegaskan PKS tidak menyerah untuk menciptakan lawan politik bagi Gibran-Teguh. Meski begitu, ia tak mengungkapkan strategi apa yang akan digunakan partainya untuk melawan Gibran.

“Kita selalu memperhitungkan dengan matang apa yang kita lakukan. Bukan hanya sekadar untuk pilkada saja, tetapi juga sampai nanti pileg dan seterusnya,” ujarnya.

Dukungan PDIP dan Golkar sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengusung Gibran dalam pemilihan Wali Kota Solo. Pasalnya, PDIP sudah memiliki 30 dari total 45 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surakarta. 

Sedangkan Golkar sendiri memiliki tiga kursi. Syarat dukungan pencalonan lewat jalur partai adalah minimal 20 persen perolehan kursi di parlemen atau sembilan kursi untuk pemilihan Wali Kota Solo.

Gibran juga mendapat dukungan dari Partai Amanat Nasional, Partai Solidaritas Indonesia, dan Gerindra. PAN dan Gerindra masing-masing memiliki tiga kursi di DPRD serta PSI mempunyai satu kursi. Tersisa Partai Keadilan Sejahtera yang belum menentukan sikap. 

Partai ini memiliki lima kursi.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan posisinya tersebut tergolong kuat untuk maju sendirian tanpa khawatir ada lawan yang menghalanginya. Lagi pula, basis PDI Perjuangan di kota kelahiran ayahnya yang kini menjadi Presiden semakin menambah amunisinya untuk bertarung.

"Dia (Gibran)-nya yang terlalu kuat. Kalau udah terlalu kuat kan hitungannya profit and loss. Ya lawan-lawannya ngpain kan kayak buang duit, karena terlalu kuat," kata Hendri kepada TeropongSenayan, Ahad, 19 Juli 2020 lalu. [trps]