-->

Breaking

logo

August 11, 2020

Jamu Indonesia Tembus Arab Saudi di Tengah Pandemi

Jamu Indonesia Tembus Arab Saudi di Tengah Pandemi

NUSAWARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul melakukan ekspor perdana produk rempah-rempah jamu ke Arab Saudi, Senin kemarin. Pelepasan container dihadiri Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto.

Agus menilai, kegiatan ini menandakan produk rempah-rempah jamu masih diminati di tengah pandemi Covid-19. 

Ia menyebut, produk rempah merupakan peluang untuk meningkatkan kinerja perdagangan internasional di masa krisis ini.

“Peluang inilah yang harus terus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dan peluang ini juga yang dapat meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia di masa pandemi Covid-19,” ujar Agus dalam pernyataan medianya, Selasa (11/8).

Berdasarkan data BPS, pada semester pertama 2020, ekspor produk biofarmaka Indonesia mencapai 4,2 juta dolar AS atau naik 32,8 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang sebesar 3,17 juta dolar AS.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan dalam sambutannya mengungkapkan, produk jamu Indonesia terus berkembang dan semakin diakui dunia internasional. 

Kementerian Perdagangan optimistis keberhasilan ini dapat menjadi pendorong industri biofarmaka dan mamin untuk terus melakukan penetrasi ke pasar global.

Menurut Kasan, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama sama antara PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dengan mitranya yaitu Mizanain dari Arab Saudi. Kesepakatan tersebut dicapai pada perhelatan Trade Expo Indonesia pada Oktober 2019 lalu.

“Kami bangga dengan pencapaian hari ini. Kementerian Perdagangan turut memfasilitasi kegiatan ekspor ini. Mulai dari penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan di Trade Expo Indonesia 2019 hingga pelepasan kontainer perdana hari ini,” ujar Kasan.

Kasan juga sangat mengapresiasi ekspor hari ini, mengingat Arab Saudi telah menerapkan kebijakan peningkatan tarif bea masuk terhadap 500 jenis produk untuk meningkatkan penerimaan negara sebagai respons terhadap pandemi Covid-19.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perdagangan Indonesia ke Arab Saudi. 

Yang tidak terkena dampak langsung di antaranya adalah sektor produk biofarmaka dan mamin. [idns]