-->

Breaking

logo

August 11, 2020

Kabar Terbaru Vea Bocah Difabel Penulis Surat Menyentuh Ingin Sekolah

Kabar Terbaru Vea Bocah Difabel Penulis Surat Menyentuh Ingin Sekolah

NUSAWARTA - Alenda Primavea Dewi atau Vea (11) bocah difabel yang menulis surat menyentuh ingin bisa berjalan lagi dan sekolah, hari ini didatangi tim psikoterapi. Tak hanya itu, niat Vea untuk bersekolah pun segera terwujud.

Vea didatangi tim psikoterapi Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta. Mereka mengecek kondisi Vea yang diketahui tidak bisa berjalan normal karena mengalami gangguan pada tulangnya.

"Kita akan berupaya memberikan alat bantu di kaki untuk membantu reposisi tulang kaki kanan demi mencegah kontraktur dan jangan sampai kakinya kaku lagi," kata Kepala Seksi BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Rina Setyawati, Selasa (11/8/2020).

Sedangkan untuk kaki kiri Vea, Rina menyebut kontrakturnya tinggi. Sehingga pihaknya akan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter ortopedi.

"Nanti saya akan mencoba konsultasi dengan dokter ortopedi dan dengan dokter yang ada di lembaga kami," ucapnya.

Rina menyebutkan secara umum kekuatan otot kaki Vea normal. Hanya saat ini kondisinya kaku, diduga disebabkan kebiasaan duduk yang posisinya tidak pernah diubah.

"Untungnya masih bisa diluruskan," kata Rina.

Di usia Vea sekarang ini, lanjutnya, masih mendukung untuk penyembuhan kakinya. Peran keluarga dibutuhkan agar anak bisa terus melatih sendinya.

"Orang tua sudah saya kasih tau, agar Vea tetap latihan secara general. Gerakannya sudah saya berikan contoh," katanya.

Selain itu, kata Rina, pihaknya ke depan akan melakukan kunjungan kembali ke rumah Vea. Hal itu untuk memantau perkembangan Vea.

"Kita jadwalkan sebulan dua kali untuk kunjungan. Tapi kita juga perlu kerja samanya dengan pemerintah daerah," terangnya.

Rina menyebut masih ada harapan untuk Vea bisa berjalan. Hanya saja, butuh waktu dan proses penyembuhan yang tidak singkat.

"Perlu waktu, dan itu juga memerlukan alat bantu untuk jalan. Namun yang lebih utama, kita tolong tumbuh kembangnya tulangnya," ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman berjanji pihaknya akan memantau proses perawatan Vea. Pihaknya pun akan memfasilitasi jika Vea harus dioperasi.

"Kita berharap ini nanti dikasih terapi dan dibantu alatnya. Kalau nanti rekomendasinya harus operasi, maka kita akan kawal untuk bisa operasi," kata Arief saat dihubungi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Blora, Indah Purwaningsih menyebut, awalnya Vea pernah dititipkan di SD Karangjati, Blora. Namun informasi yang diperolehnya, guru inklusi di SD tersebut sudah pensiun.

"Waktu itu sebetulnya disarankan ke SLB, tetapi juga harus melihat kondisi orang tua kan kasihan jika harus antar jemput dan lain sebagainya," jelas Indah saat dihubungi.

"Kami dalam rangka sebagai perlindungan anak kan harusnya anak memperoleh pendidikan. Kami siap memberikan rekomendasi," imbuhnya.

Saat dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendi Purnomo mengatakan, pihaknya sudah memastikan bahwa Vea telah mendapatkan sekolah, yakni di SDN Bangkle 2.

"Orang tuanya memilih di SDN Bangkle 2, dan Vea akan memulai pelajaran di kelas 1," kata Hendi. [dtk]