-->

Breaking

logo

August 16, 2020

Karya Seniman Palestina untuk HUT Ke-75 RI

Karya Seniman Palestina untuk HUT Ke-75 RI

NUSAWARTA - Dua seniman muda Palestina asal Gaza, Iyad dan Hamada membuat karya untuk hari kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. 

Karya seni ini sebagai rasa cinta dan terima kasihnya untuk masyarakat Indonesia melalui karya seni.

"Karya ini kami persembahkan untuk saudara-saudara kami tercinta di Indonesia baik pemerintah maupun rakyatnya sebagai hadiah perayaan hari kemerdekaan ke-75 Indonesia," kata salah seorang pemuda Gaza yang diunggah di akun Instagram @muhammadhusein_gaza, Minggu (16/8/2020). 

Karya seni yang dibuat di tembok itu bertuliskan Indonesia Maju Palestina Bersama, One Love, One Spirit, One Dream. 

Hadiah ini, lanjutnya sangat jauh sederhana dibandingkan apa yang masyarakat Indonesia berikan kepada warga Palestian selama bertahun-tahun. 

"Sebagaimana kalian selalu memasukkan rasa bahagia di hati kami dan anak-anak kami, maka kami berharap karya yang sederhana ini bisa sedikit memasukkan rasa bahagia ke dalam hati masyarakat Indonesia," ungkapnya. 

Karya seniman Palestina ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. 

"Sejak awal kemerdekaan Indonesia, Palestina memang dukung Indonesia. Saat Indonesia peringati HUT Kemerdekaan RI ke 75,Palestina masih susah akibat kejahatan israel yg merajalela. Bagus Indonesia tetap bela Palestina agar merdeka sesuai amanat Pembukaan UUD45 @jokowi @Menlu_RI," tulis Hidayat di akun Twitternya.

Indonesia telah menyumbangkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina senilai Rp36,5 miliar. 

Bantuan itu diberikan RI menyusul situasi dan kondisi pengungsi Palestina yang diperburuk dengan pandemi virus corona baru (COVID-19) dan rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel.

Palestina diketahui menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bahkan sebelum resmi merdeka. 

Sebagaimana diketahui, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan secara de facto pada 17 Agustus 1945. Guna menjadi negara yang berdiri utuh (de jure) tentunya membutuhkan pengakuan dari negara lain.

Dikutip dari buku berjudul Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia di saat negara-negara lain belum memutuskan sikap. 

Pengakuan ini dilontarkan saat Indonesia masih dijajah tentara Jepang. Pada September 1944, Mufti Besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia sebelum negara Arab yang lain. [rri]