-->

Breaking

logo

August 13, 2020

Kisah Cinta Bos Roti dengan Sekretaris Pribadi Berujung Kematian, Polisi Kembali Temukan Fakta Baru

Kisah Cinta Bos Roti dengan Sekretaris Pribadi Berujung Kematian, Polisi Kembali Temukan Fakta Baru

NUSAWARTA - Polda Metro Jaya menggelar rekontruksi kasus pembunuhan WN Taiwan bernama Hsu Ming Hu.

Rekontruksi itu digelar di dua tempat yakni di halaman Resmob Polda Metro Jaya dan di kediaman korban di Cikarang Barat, Bekasi.

Dalam rekontruksi ini, ada empat adegan yang diperagakan para pelaku yakni terlebih dulu para pelaku melakukan pertemuan sebelum otak pelaku SS yang merupakan sekretaris korban memerintah mengeksekusi pengusaha roti itu.

“Ada empat adegan semua, di mana tersangka SS mengadakan pertemuan menjanjikan kepada tersangka S yang saat ini masih DPO yaitu akan memberikan tugas membunuh korban,” kata Kanit V Subdit Resmob, AKP Rulian Syauri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/8/2020).

Selanjutknya, dalam rekontruksi ini penyidik ternyata menemukan fakta baru yaitu otak pelaku SS pernah menyuruh para pelaku untuk membunuh korban lain selain WN Taiwan. Akan tetapi penyidik tak membeberkan korban siapa yang dimaksud.

“Bisa dapat diartikan untuk melukai orang lain. Cuma siapa sasaran akan kita dalami,” ungkapnya.

Sebelumnya, Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembunuhan berencana yang melibatkan empat pelaku berinisial SS (37), FI alias FT (30), AF (31), dan SY (38).

Korban seorang bos toko roti asal Taiwan bernama Hsu Ming Hu (52) dibunuh di kediamannya di Cikarang Pusat, Bekasi.

Kemudian dibuang para pelaku ke Sungai Citarum, Subang, Jawa Barat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Nana Sudjana mengatakan, motif para pelaku melakukan pembunuhan karena tersangka SS seorang perempuan merasa sakit hati terhadap korban yang tidak tanggungjawab atas kehamilan SS yang merupakan sekretaris korban.

Atas dasar itulah, SS menyuruh para pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Pelaku SS ini sebagai eksekutor yang membiayayi para pelaku. Motifnya tersangka SS sakit hati terhadap korban karena tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya,” kata Nana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

Semantara itu tiga pelaku lainnya berinisial S, R, dan MS ditetapkan DPO yang beperan ikut menusuk korban. 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal berlapis, antara lain Pasal 340, Pasal 338, Pasal 365 dan Pasal 351 KUHP, dengan ancaman maksimal pidana seumur hidup. [pjst]