-->

Breaking

logo

August 17, 2020

Kisah Ibu Fatmawati Soekarno, Sosok Penjahit Sang Saka Merah Putih Sekaligus Ibu Negara Pertama Republik Indonesia Tercinta

Kisah Ibu Fatmawati Soekarno, Sosok Penjahit Sang Saka Merah Putih Sekaligus Ibu Negara Pertama Republik Indonesia Tercinta

NUSAWARTA - Pada Senin, 17 Agustus 2020 ini, masyarakat di seluruh daerah tengah menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-75.

Jalanan, rumah-rumah, gapura, lapangan hingga gedung pun dihiasi oleh warna merah dan putih.

Tak hanya sebuah lambang, bendera juga merupakan sebuah simbol dari suatu negara yang berfungsi sebagai identitas.

Warna merah dalam bendera Indonesia sendiri memiliki makna filosofis yang melambangkan keberanian, sementara putih merepresentasikan kesucian.

Sebagaimana diketahui, Bendera sang Saka Merah Putih pertama kali dijahit oleh Fatmawati Soekarno.

Dikutip  dari website resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 silam.

Beliau lahir menjadi seorang gadis cantik yang sangat aktif berorganisasi sejak masih duduk di sekolah dasar (SD).

Ir. Soekarno yang pada saat itu diasingkan ke Bengkulu dan menjadi guru Fatmawati, menikahi muridnya pada 1 Juni 1943.

Menjadi Ibu Negara pertama, Fatmawati hadir dengan Bendera Merah Putih yang dijahit oleh tangannya sendiri.

Bendera karya beliau pun menjadi yang pertama dikibarkan pada saat Upacara Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Gagasan Fatmawati untuk menjahit sang Saka Merah Putih pun mendahului ide dari suaminya, dan juga tokoh-tokoh kemerdekaan yang lain.

Selama bertahun-tahun, bendera yang dijahit oleh Fatmawati selalu dikibarkan dalam upacara kenegaraan.

Hingga pada akhirnya, bendera tersebut dimakan usia sehingga harus digantikan oleh duplikatnya.

Agar tetap utuh, sang Dwiwarna selanjutnya dinobatkan menjadi Bendera Pusaka kemudian disimpan agar keawetannya dapat terus terjaga.

Saat ini, bendera yang dijahit oleh Fatmawati disimpan di sebuah monumen peringatan untuk mengenang perlawanan rakyat Indonesia, yakni Monumen Nasional (Monas).

Monas sendiri sudah tak asing di kalangan masyarakat Indonesia, sebuah tugu yang bertempat di Gambir, Jakarta Pusat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah meresmikan Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Hj. Fatmawati Soekarno pada beberapa bulan yang lalu.

Monumen tersebut berada di Simpang Lima, Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Sementara itu, Fatmawati menghembuskan napas terakhirnya di Malaysia saat usianya 57 tahun pada 14 Mei 1980 silam.

Jenazah almarhumah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak Jakarta. [pkry]