-->

Breaking

logo

August 18, 2020

KISAH: "Kunjungan Bung Karno Membekas Dalam Ingatan Rakyat Turki"

KISAH: "Kunjungan Bung Karno Membekas Dalam Ingatan Rakyat Turki"

NUSAWARTA - Kemerdekaan Indonesia dari penjajahan ternyata bukan hanya berkesan bagi rakyat Indonesia. Sejarah bangsa Indonesia juga membekas pada bangsa lain. Salah satunya bagi rakyat Turki.

Omer Faruk Kose, warga Turki di provinsi Ankara, mengenal lebih Indonesia yang telah merdeka dari kunjungan presiden Soekarno ke Turki. Dia punya kesan tersendiri terhadap salah satu bapak pendiri Republik Indonesia itu.

Pada tahun 1959 dia menyaksikan kunjungan presiden pertama Indonesia itu ke Turki, di era pemerintahan Perdana Menteri Adnan Menderes.

Kose menjadi saksi mata bersama masyarakat Turki lainnya saat Soekarno tiba di Ankara, ibu kota Turki.

“Sukarno dari mobil terbuka memberikan salam kepada masyarakat yang menyambutnya di jalanan, saya memberikan tempuk tangan kepada mereka [Sukarno dan Menderes],” ungkap Kose kepada Anadolu Agency, pada Senin(17/8).

“Bagi saya yang saat itu berusia 13 tahun, momen itu bagaikan perayaan hari raya. Saya memiliki kenangan seperti itu pada masa kecil saya.”

Usai mendapatkan kabar bahwa Sukarno akan datang ke Ankara, Kose tak ragu memutuskan untuk menyambut kedatangannya di jalan dekat rumahnya yang menghubungkan pusat kota dengan Bandara Ankara.

“Kedatangan presiden Indonesia ke Turki saat itu membuat kegembiraan tersendiri bagi kami. Pada saat itu saya tinggal di Ankara tak jauh dari bandara. Saat sukarno tiba kami ingin ikut menyambutnya,” sebut Kose.

Kose menuturkan PM Turki Menderes pada masa itu berusaha membangun hubungan baik dengan dunia Islam.

“Turki ingin mengubah haluan politik luar negeri karena pada zaman Perdana Menteri Ismet Inonu, Turki seolah menjadi negara bagian AS. Menderes berusaha mengubah arah itu ke geografi Islam. Dia juga mengundang pemimpin-pemimpin Islam ke Turki.”

Dia menuturkan bahwa pada masa itu dirinya dan masyarakat Turki lainnya ingin menyambut presiden dari saudara-saudara Muslimnya.

“Masyarakat juga menunggu kedatangan Sukarno kurang lebih tiga jam dan mereka ingin melihat Presiden Indonesia. Bendera Indonesia dan Turki juga dipasang di jalan-jalan. Saya juga ingat foto Menderes dan Sukarno dipajang sebelah-sebelahan,” kata Kose yang sudah lima kali mengunjungi Indonesia ini. [idns]