-->

Breaking

logo

August 15, 2020

Kisah Seorang Dokter Proklamirkan Kemerdekaan Pertama Kali di Cirebon

Kisah Seorang Dokter Proklamirkan Kemerdekaan Pertama Kali di Cirebon

NUSAWARTA - MENGENANG kembali Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari dua tokoh pendiri bangsa yaitu Soekarno-Hatta yang membacakan naskah proklamasi. 

Bung Karno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat.

Namun tahukah Anda ternyata yang membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI pertama kali adalah seorang dokter pada 15 Agustus 1945, tepat 75 tahun silam di Cirebon, Jawa Barat.

Sejarawan asal Kota Cirebon, Jawa Barat, Mustaqim Asteja mengatakan, setelah munculnya berita kekalahan Jepang dari pihak Sekutu, Sjahrir sudah berusaha menyiapkan gerakannya untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang. 

Meskipun saat itu, Soekarno sudah menolak permintaan Sjahrir, yang menginginkan Soekarno agar secepatnya memrpoklamasikan kemerdekaan Indonesia.

"Pada 15 Agustus 1945, setelah jam 5 sore, Sjahrir segera memerintahkan kepada para pemuda agar mempercepat persiapan demonstrasi. Mahasiswa dan pemuda yang bekerja di kantor berita Domei (kantor berita Jepang) secepatnya melaksanakan instruksi tersebut. Namun, Sjahrir memahami gelagat Bung Karno yang tidak sepenuh hati menyiapkan Proklamasi," ujarnya beberapa waktu lalu.

Mustaqim menjelaskan, saat itu, Sjahrir yang kecewa kepada Soekarno, meminta dokter Soedarsono yang menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Kesambi (sekarang menjadi RSUD Gunung Jati), agar memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Kota Cirebon.

"Para pemuda di Cirebon hari itu tanggal 15 Agustus 1945, di bawah pimpinan dr Soedarsono, mengumumkan proklamasi versi mereka sendiri, di Alun-Alun Kejaksan," ujarnya.

Hingga saat ini, menurut Mustaqim, tentang bagaimana isi teks proklamasi yang dibacakan di Alun-Alun Kejaksan, Kota Cirebon tersebut masih belum diketehaui bentuk dokumennya.

Namun berdasarkan peristiwa tersebut, beberapa sumber catatan sejarah setempat, serta sumber lisan dari tokoh Cirebon membenarkan, kalau wilayah Cirebon sudah merdeka terlebih dahulu dari daerah lain.

"Kita sepakat secara resmi jiwa dan semangat revolusi berkobar dari semangat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dibacakan oleh Bung Karno dan Bung Hatta," pungkasnya. [okz]