-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Lagi, Jaksa Nakal Diduga Bersekongkol dalam Kasus Djoko Tjandra Dilaporkan ke Komjak

Lagi, Jaksa Nakal Diduga Bersekongkol dalam Kasus Djoko Tjandra Dilaporkan ke Komjak

NUSAWARTA - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan oknum pejabat tinggi Kejaksaan Agung (Kejagung) ke Komisi Kejaksaan RI atau Komjak. Pejabat Kejagung ini diduga melakukan komunikasi via telepon dengan terpidana Djoko Tjandra sebelum ditangkap pada 30 Juli 2020. 

"Saya laporkan ke Komjak berkaitan dengan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung yang menghubungi Djoko Tjandra setelah tanggal 29 Juni 2020," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya, Selasa (11/8/2020).                 

Pejabat eselon 1 Kejagung itu lolos dari pemeriksaan Jaksa bidang pengawasan dan tidak diproses hukum. Pasalnya pejabat setingkat Jaksa Agung Muda (JAM) itu melakukan komunikasi dengan terpidana kasus hak tagih Bank Bali. 

Pada saat itu publik dihebohkan dengan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bahkan telah keluar masuk Indonesia selama 3 bulan.

"Artinya setelah Jaksa Agung melakukan pembongkaran Djoko Tjandra masuk Indonesia itu nampaknya masih ada pejabat tinggi Kejagung melakukan komunikasi dengan Djoko Tjandra," ucap Boyamin.

MAKI meminta Komjak untuk menelusuri pejabat Kejagung yang melakukan komunikasi dengan Djoko Tjandra melalui telepon dari Jakarta ke Kuala Lumpur Malaysia.

"Saya laporkan ke komisi kejaksaan untuk ditelusuri apa pembicaraan pejabat tinggi Kejaksaan Agung itu dengan Djoko Tjandra," tuturnya. 

Boyamin juga mempertanyakan pejabat eselon 1 di lingkungan Kejagung itu mendapatkan nomor telepon atau handphone (HP) Djoko Tjandra dari siapa. Ia menduga ada oknum yang memberikan nomor HP Djoko Tjandra ke pejabat Kejagung.

"Dari siapa nomor HP (Djoko Tjandra) yang diterima itu. Kemudian bisa hubungi harus dilacak sampai sumber sebelumnya," tuturnya. 

"Kalau nomor ini didapatkan dari Djoko Tjandra rasanya tidak mungkin. Pasti ada yang berikan kepada pejabat Kejaksaan Agung itu," sambungnya. 

Diketahui, saat ini Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung tengah menyidik kasus dugaan gratifikasi yang menyeret Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersama Anita Kolopaking terkait pelarian dan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra.

Jaksa Pinangki tengah menjalani proses hukum terkait perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Agung. Pertama, soal pemeriksaan pengawasan yang diduga bepergian ke luar negeri tanpa izin. Kemudian dugaan menerima suap atau gratifikasi.     

Atas permasalahan itu, Jaksa Pinangki dicopot dari jabatan sebagai Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan, karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil. [akrt]