-->

Breaking

logo

August 13, 2020

Makna di Balik Lomba 17 Agustus, dari Balap Karung Hingga Makan Kerupuk

Makna di Balik Lomba 17 Agustus, dari Balap Karung Hingga Makan Kerupuk

NUSAWARTA - Menjelang tanggal 17 Agustus, kerap kita saksikan pemandangan atribut kemerdekaan dan lomba yang sudah disiapkan sejak jauh-jauh hari. 

Acara ini biasa disemarakkan oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. 

Namun, tahukah kamu bahwa lomba 17 Agustus-an ternyata memiliki makna khusus?

Bukan sembarangan. Pasalnya, makna di balik lomba-lomba 17 Agustus-an ternyata mendalam dan filosofis. 

Dilansir dari Kompas TV, berikut ini di antaranya.

Balap Karung

Para peserta lomba balap karung harus bertanding mencapai garis akhir dengan memasukkan setengah badan mereka ke dalam karung. Sejarahnya, pada masa penjajahan Jepang dahulu, warga pribumi sangat menderita dan tak memiliki kain yang layak untuk dijadikan pakaian. Oleh karena itu, mereka menggunakan karung goni sebagai alternatif sandang.

Kini, lomba balap karung dapat dimaknai sebagai semangat masyarakat yang tak pernah padam, meski dalam kondisi yang serba terbatas.

Makan kerupuk

Tak jauh berbeda dari sebelumnya, lomba makan kerupuk juga menggambarkan kesulitan masyarakat untuk memperoleh makanan yang layak. Kerupuk sebagai makanan yang terjangkau menjadi simbol bahwa zaman dahulu rakyat hanya mampu membeli sumber pangan yang murah.

Tarik Tambang

Lomba 17 Agustus-an yang diadakan secara kelompok ini memiliki makna bahwa rakyat harus bersatu dan gotong royong untuk membebaskan diri dari penjajahan asing. Tak heran, ya, jika lomba tarik tambang dilakukan secara sengit dan membutuhkan banyak tenaga.

Panjat Pinang

Konon, perlombaan yang biasa diikuti oleh kaum Adam ini sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Kabarnya, orang Belanda kerap menggantungkan pakaian, beras, dan bahan makanan lainnya di puncak tiang yang tinggi. Kemudian, warga pribumi pun akan beramai-ramai memperebutkan benda tersebut.

Biasanya acara panjat pinang dilakukan saat ada perayaan khusus, mulai dari kenduri, pernikahan, hingga pesta. Aksi panjat pinang juga biasa menjadi sumber gelak tawa bagi para penontonnya.

Nah, itu tadi makna di balik lomba 17 Agustus yang kerap kita ikuti setiap tahunnya! Kalau kamu sendiri, paling suka lomba yang mana, nih? [hps]