-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Masih Kontroversial, Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hilang Didatangi Juara Dunia

Masih Kontroversial, Pesilat Wanita yang Ngaku Sakti Hilang Didatangi Juara Dunia

NUSAWARTA - Gerakan #BeladiriBersatu belakangan ini menjadi sorotan publik di media sosial. Gerakan tersebut dibentuk bertujuan untuk membongkar kesaktian palsu dari pesilat wanita asal Lampung, Chintya Candranaya.

Ya, Chintya sempat bikin heboh jagat media sosial dengan aksinya yang terkesan sakti. Dia menendang tabung gas, pukul dinding beton hingga durian, dan lainnya.

Namun, belakangan aksi itu dibongkar sejumlah pihak. Mengerucut suatu kesimpulan bahwa aksi Chintya merupakan hasil suntingan semata untuk kepentingan konten demi meraup cuan.

Tapi, cara Chintya salah. Dia membuat gaduh dunia beladiri nasional. Dia menyebut MMA tak ampuh dalam beladiri jalanan. Pun, dalam aksi-aksinya yang berbahaya, Chintya tidak menuliskan peringatan.

Alhasil, banyak anak-anak yang menirunya. Sampai-sampai, ada yang patah kaki karena meniru aksi Chintya. Dan buktinya diunggah ke akun @grapplerreceh.

Adapun #BeladiriBersatu digawangi beberapa petarung papan atas Indonesia seperti Theodorus Ginting, Suwardi, Rudy Agustian, hingga Mustadi Anetta.

Karena membawa embel-embel silat, atlet elite Indonesia pun ikut pula meramaikannya. Salah satunya adalah Nirmala Oktaviani, juara dunia silat 2016 asal Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan oleh pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia di Asian Games 2018, Rony Syaifullah.

"Termasuk Nirmala. Dia pernah menjadi atlet saya yang juara dunia 2016 ikut ke sana. Dia pernah juara dunia. dia datang ke sana untuk membuktikan kesaktiannya (Chintya)," kata Rony kepada VIVA, Senin 17 Agustus 2020.

Namun, Nirmala tak dapat bersua dengan Chintya meskipun telah mendatangi markasnya pada 8-9 Agustus kemarin. Rony  menyayangkan hal-hal seperti ini terjadi.

Menurutnya, Chintya tak perlu gembar-gembor soal kesaktiannya. Jika memang benar memiliki kesaktian dan apa yang diperagakannya benar-benar merupakan kemampuan, seharusnya dia mau memberikan pembuktian.

"Karena era milenial ini banyak hal yang bisa kita lihat di media sosial. Tentunya itu butuh ajang pembuktian di dunia nyata, bukan di dunia maya saja," ucap Rony.

"Buktikan saja kalau memang memiliki skill untuk bertanding dan bisa mengalahkan lawan-lawannya akan lebih bagus, dan image pencak silat itu sendiri akan lebih baik daripada hanya statusnya viral di medsos," sambungnya.

Sementara itu, VIVA sudah mencoba menghubungi Chintya dan meminta tanggapan soal tuduhan-tudahan kepadanya. Namun, hingga tulisan ini dimuat, sang pesilat wanita yang ngaku sakti itu tidak merespons. [vv]