-->

Breaking

logo

August 19, 2020

Masyarakat Tambah Gak Percaya, Lha Gimana, TNI Masuk Politik hingga Sekelas KSAD Malah Urus Corona

Masyarakat Tambah Gak Percaya, Lha Gimana, TNI Masuk Politik hingga Sekelas KSAD Malah Urus Corona

NUSAWARTA - Tidak hanya krisis ekonomi, masyarakat Indonesia saat ini mengalami krisis kepercayaan antar sesama. 

Kapitra Ampera mengatakan bahwa saat ini Indonesia mengalami deficit of trust.

Menanggapi pernyataan Kapitra, gurubesar ilmu politik Universitas Pertahanan, Prof. Salim Said mengatakan bahwa adanya defisit kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan suatu konsekuensi.

"Kapitra bicara mengenai deficit of trust, ya itu adalah konsekuensi suatu masyarakat seperti masyarakat Indonesia tidak percaya satu dengan yang lain," kata Salim di acara  Indonesia Lawyers Club (ILC) tema '75 Tahun Indonesia Maju', Rabu dinihari (19/8).

Pakar militer senior ini menerangkan, perihal adanya seorang tentara yang harus masuk ke dalam dunia politik. 

Hal itu dikarenakan tidak adanya kepercayaan sipil satu dengan yang lainnya.

"Jadi, kembali lagi karena masyarakat kita fragmented, they don’t trust each other mereka cari yang lain, sekarang juga begitu, saya takut coba lihat," katanya.

Dia menyinggung perihal adanya KSAD yang ikut mengurusi Covid-19, dan juga Menkes yang menjadi anak buah dari Menteri BUMN dalam Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Kok KSAD ngurusin Covid-19? Sudah ada Letjen di situ. Pada satu hari dia muncul pakai pakaian Letjen, orang ramai ada apa ini? Itu rupanya tidak cukup, diangkat lagi jenderal bintang empat ngurusin covid dijadikan pembantu seorang Menteri BUMN," demikian Salim Said. 

Prof. Salim Said: Pak Jokowi Jadi Presiden Karena Kekuatan Oligarki


Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Prof. Salim Said di acara ILC tvOne, Selasa (18/8/2020), menyampaikan terpilihnya Jokowi jadi presiden karena kekuatan oligarki.

"Pak Jokowi itu kalau selidiki dengan baik itu menjadi Presiden... mula-mula kan mengelak. Masih ingat gak waktu Jokowi kampanye jadi gubernur? kalau ditanya wartawan soal presiden dia mengatakan 'oh tidak, mau jadi gubernur saja'. Tapi ada satu keadaan yang anda-anda tidak akan bisa tolak kalau anda didorong naik kesitu. Siapa yang mendorong naik kesitu (ke posisi presiden)? Adalah macam-macam kekuatan... itu yang saya sebut OLIGARKI," kata Prof. Salim Said.

"Jadi kalau dalam bisnis, orang yang memperjuangkan Jokowi jadi presiden itu debt collector 'Eh gue angkat lu jadi presiden, gue dapet apa?"

"Nah itu sebabnya, saya tidak mengkritik Jokowi sebagai pribadi. Tapi Sistim," papar Prof. Salim Said. [rml]