-->

Breaking

logo

August 20, 2020

Melihat dan Mengukur Kekuatan Bajo Hadapi Gibran-Teguh

Melihat dan Mengukur Kekuatan Bajo Hadapi Gibran-Teguh

NUSAWARTA - Bakal pasangan calon jalur independen Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo) dinilai berpotensi besar menjadi rival Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa di Pilkada Solo.

Nasib bagi bakal paslon independen ini akan ditentukan pada verifikasi faktual surat dukungan dalam rapat pleno KPU Kota Solo, Jumat, 21 Agustus 2020 mendatang.

Bajo sudah memperoleh 27 ribu lebih berkas dukungan yang memenuhi syarat. Mereka tinggal membutuhkan paling tidak 10 ribu berkas dukungan lagi. Ini lantaran Bajo butuh sedikitnya 35.870 suara atau 8,5 persen jumlah suara sah pemilu 2019. Namun demikian, jika pun bakal paslon jalur independen ini dinyatakan lolos, kekuatan mereka diprediksi masih terukur rendah.

Pengamat Politik dari Universitas Andalas Ilham Azre meyakini peluang Bajo memenangi kontestasi sangat tipis.

"Saya bukan menyangsikan Bajo di Solo. Saya rasa memang sangat tipis untuk bisa melawan Gibran-Teguh. Agak berat," kata Ilham, Rabu (19/8).

Menurutnya, faktor-faktor penunjang seperti figur, rekam jejak dan modal politik Bajo masih jauh di bawah Gibran-Teguh. Apalagi, tambah dia, Gibran-Teguh saat ini juga didukung oleh mesin partai yang kuat.

"Kan yang banyak membuat orang menang ini pertama figurnya, apakah Bajo figurnya sekuat Gibran misalnya. Saya sangsi akan hal tersebut. Kedua adalah faktor popularitas, ketiga rekam jejak prestasi calon independen seperti apa. Keempat modal politik kuat apa enggak," tutur Ilham.

Satu-satunya cara yang bisa diupayakan Bajo, tutur Ilham, adalah menggerakkan kesadaran masyarakat dengan memainkan isu dinasti dan oligarki politik.

"Ada faktor kultur masyarakat juga apakah masyarakat di Solo civil society bergerak atau tidak, misal mereka sadar Jokowi ingin mendirikan dinasti, Jokowi ingin membuat oligarki, muncul enggak kesadaran masyarakat untuk melawan itu," ujar Ilham.

"Jika itu terjadi, tentu akan menjadi peluang Bajo. Tapi saya melihat kultur politik di Solo tidak seperti itu," tandasnya.

Senada dengan Ilham, Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan berpendapat bahwa kehadiran paslon independen Bajo dalam kontestasi Pilkada Solo justru akan mempermudah Gibran-Teguh mencapai kemenangan.

Senada dengan Ilham, Firman menuturkan satu-satunya cara bagi Bajo membangun popularitas dan meraup suara nantinya adalah dengan memainkan isu politik dinasti yang coba dibangun oleh lawannya. Dan hal itu, kata dia, juga membutuhkan kesadaran dari masyarakat.

"Sejauh ini hanya isu itu yang bisa dimainkan. Membangun sentimen negatif entah itu misalnya soal politik dinasti, isu soal Gibran yang belum punya pengalaman. Kemudian satu sisi apa yang bisa ditawarkan oleh paslon independen ini," ungkapnya.

Ketua Tim Pemenangan Bajo, Robert Hananto mengatakan saat ini timnya tengah menyiapkan proses pendaftaran di KPU. Sesuai tahapan Pilkada serentak, pendaftaran calon kepala daerah dibuka pada 4-6 September mendatang.

"Kita juga sudah memulai persiapan kampanye karena kita memang serius mengikuti Pilkada Solo ini," katanya. [cnn]