-->

Breaking

logo

August 31, 2020

Menggunakan Kata 'Anjay' Akan Mengantarkan ke Surga atau Neraka?

Menggunakan Kata 'Anjay' Akan Mengantarkan ke Surga atau Neraka?

NUSAWARTA - Akhir pekan lalu, Komnas Perlindungan Anak mengeluarkan rilis yang melarang penggunaan istilah “anjay”. 

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menjelaskan maksud pihaknya mengeluarkan imbauan larangan menggunakan kata “anjay”.

Menurut Arist, ada dua perspektif dalam pengunaan kata anjay. Pihaknya melarang penggunaan kata anjay yang menimbulkan hujatan atau hinaan. 

“Kita menolak istilah tersebut kalau mengandung unsur merendahkan martabat mencederai orang dan menimbulkan kebencian,” tutur Arist, Ahad (30/8). 

Tetapi, menurut Arist, kata “anjay” diperbolehkan jika digunakan untuk mengekspresikan pujian atau penyampaian rasa kagum terhadap sesuatu.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan bahwa pihaknya belum membahas pelarangan penggunaan kata “anjay” tersebut.

Adalah Youtuber Lutfi Agizal yang pada Jumat (28/8) melaporkan kata “anjay” ke KPAI agar lembaga negara itu melarang pemakaian kata tersebut. Lutfi mengaku miris melihat penggunaan kata-kata “anjay” yang dilakukan oleh anak-anak milenial.

Kata ‘anjay’ sendiri punya turunan, seperti “anjis”, “anjir”, dan sebagainya.Asal kata tersebut adalah “anjing”. Karena kata tersebut terlalu kasar jika diucapkan, maka muncullah kata “anjay”, sebagai penghalus.

Meskipun kata “anjay” sifatnya netral, dalam arti bisa dipakai untuk mereaksi kemarahan maupun kesenangan, asal “anjing” tentu saja tetap tidak elok untuk digunakan.

Bagi kalangan Muslim, kata “anjing” mengandung konotasi yang kurang baik. Karena anjing adalah binatang najis dan diharamkan untuk dimakan. Islam sendiri menganjurkan agar menjaga lisan.

Coba simak hadits yang dinarasikan oleh Abu Hurairah, “Bisa jadi seseorang mengatakan satu kalimat yang dimurkai Allah, suatu kalimat yang menurutnya tidak apa-apa. Akan tetapi, dengan sebab kalimat itu dia jatuh ke neraka selama tujuh puluh tahun.” (HR. Imam Tirmidzi: 2314 dan Ibnu Majah: 3970)

Agar kita nyaman di dunia, dan aman di akhirat, hendaknya menghindari kata-kata atau kalimat yang menyakitkan orang lain. Wallahu A’lam. [idns]