-->

Breaking

logo

August 12, 2020

Nasib Puluhan Ekor Sapi Nyangkut di Atas Rumah Jadi Korban Banjir Korsel

Nasib Puluhan Ekor Sapi Nyangkut di Atas Rumah Jadi Korban Banjir Korsel

NUSAWARTA - Banjir yang melanda Korea Selatan korbannya tak hanya manusia, puluhan ekor sapi nyangkut di atas rumah menjadi korban banjir yang terjadi di negara itu.

Sapi-sapi tersebut, berada di atas rumah penduduk dan bertahan di tengah banjir yang melanda Korea Selatan. Secara berkelompok sapi tersebut bertahan di atas rumah di tengah banjir yang  melanda.

Banjir yang cukup tinggi, membuat puluhan ekor sapi mencoba berenang dan naik ke atap rumah yang telah terendam cukup tinggi.

“Sapi-sapi itu berenang saat permukaan air meninggi dan naik ke atap dan tetap di sana bahkan setelah banjir surut,” kata seorang warga kepada saluran televisi JTBC sebagaimana dilansir Gulf News.

Uniknya saat air mulai reda, para sapi tersebut masih tetap berada di atap rumah penduduk dan tidak bisa turun dari atap rumah tersebut.

Untuk bisa menurunkan sapi tersebut, para petugas rescue setempat harus menggunakan eskavator mengangkat sapi-sapi yang nyangkut di atas atap rumah saat banjir terjadi.

Seluruh sapi diikat badannya menggunakan tali dan diangkat menggunakan alat berat untuk kemudian diturunkan dari atap rumah.

Akibat banyaknya sapi yang bertahan di atap rumah seorang warga, bobot puluhan sapi yang terdampat membuat atap rumah warga rusak total.

Beruntungnya struktur bangunan yang kuat membuat sapi-sapi tersebut bisa bertahan di tengah banjir yang melanda akibat hujan yang terus turun selama berminggu-minggu di Korea Selatan.

Saat diselamatkan ke bawah rumah, sapi-sapi tersebut langsung mendapatkan pemeriksaan oleh dokter hewan. Dan diketahui sapi-sapi tersebut mengalami gejala pneumonia.

Korban banjir Korea Selatan

Setidaknya 21 orang meninggal dunia setelah hujan deras mengguyur Korea Selatan selama 46 hari berturut-turut hingga Sabtu, yang merupakan muson terpanjang di negara itu dalam tujuh tahun terakhir, dan menyebabkan banjir serta tanah longsor.

Lebih dari 3.000 orang telah dievakuasi per Sabtu pukul 6 pagi waktu setempat, sementara 11 orang dilaporkan hilang akibat banjir di wilayah Semenanjung Korea tersebut, demikian menurut data Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan.

Otoritas Provinsi Jeolla Selatan mengatakan bahwa tanggul Sungai Seomjin di pinggiran bagian selatan semenanjung juga roboh kira-kira sepanjang 100 meter pada hari yang sama, sehingga membanjiri kawasan sekitar.

Karena peristiwa ini, sekitar 1.900 orang dievakuasi dari wilayah provinsi itu, termasuk sekitar 500 orang dari area sekitar sungai. Sebelumnya, Jumat (7/8), di Jeolla Selatan juga terjadi longsor yang menyebabkan lima rumah terkubur dan lima orang tewas, demikian laporan Reuters.

Sementara lembaga kehutanan Korea Selatan telah meningkatkan peringatan tentang tanah longsor ke level paling tinggi di setiap wilayah negara, kecuali destinasi wisata pulau Jeju.

Wilayah Korea Utara di bagian perbatasan juga tidak luput dari banjir. Kantor Berita KCNA melaporkan bahwa pejabat tertinggi ketiga di negara itu, Pak Pong Ju, melakukan inspeksi terkait kerusakan akibat banjir dengan lahan pertanian yang tergenang di kawasan barat daya Korea Utara. [hps]