-->

Breaking

logo

August 22, 2020

Ngeri! Covid-19 di 4 Negara ASEAN Ini 10 Kali Lebih Menular

Ngeri! Covid-19 di 4 Negara ASEAN Ini 10 Kali Lebih Menular

NUSAWARTA - Pekan ini ada publikasi dari penelitian di Malaysia. Penelitian tersebut menyebutkan strain virus corona di Malaysia jauh lebih cepat menular daripada jenis virus asli dari Wuhan, China.

Mutasi tipe D614G pada SARS-COV-2, telah ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia. D614G ditemukan para ilmuan pada Juli dan disebut tidak efektif dilawan oleh vaksin yang tengah dikembangkan.

Rupanya selain Malaysia, ada tiga negara di Asia Tenggara lain yang melaporkan mutasi virus corona baru yang lebih menular dari yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China. Empat negara tersebut adalah Malaysia, Filipina, Singapura, dan terbaru Myanmar.

Namanya virus corona yang bermutasi dan sangat menular itu: D614G. Juga disebut mutasi "G", D614G adalah variasi dari galur asli virus corona yang pertama kali terdeteksi di Wuhan pada Desember tahun lalu.

1. Malaysia
Pada Minggu (16/8/2020), otoritas kesehatan Malaysia melaporkan mutasi D614G telah terdeteksi di Malaysia. Mutasi yang disebut paling menular ini ditemukan Institut Penelitian Medis Malaysia, dari empat kasus di antara dua klaster atau kelompok COVID-19 di negara tersebut.

"Kelompok Sivagangga dan kelompok Ulu Tiram," kata Noor Hisham Abdullah, Direktur Jenderal Kesehatan yang dikutip dari The Straits Times.

"Ini ditemukan 10 kali lebih menular dan mudah disebarkan oleh 'super-spreader' individu," imbuhnya saat berbicara soal varian mutasi Corona.

2. Filipina
Para peneliti di Filipina, melalui Philippine Genome Center (PGC), melaporkan adanya varian virus baru yang diyakini jauh lebih menular yaitu D614G. PGC mengkonfirmasi keberadaan D614G ini dalam sampel kecil kasus positif dari kota Quezon.

Sebelumnya pakar penyakit menular, Dr Edsel Salvana, mengatakan lonjakan kasus infeksi pada Juli lalu kemungkinan sebagian disebabkan varian ini. Ini mungkin saja terjadi, meskipun saat itu varian mutasi ini belum terdeteksi di negara tersebut.

"Mutasi D614G membuat virus lebih menular. Ini bisa menyebar lebih cepat dan membanjiri sistem perawatan kesehatan kita, jika kita tidak menggandakan upaya pengendalian dan bisa menyebabkan jumlah kematian secara keseluruhan yang tinggi," jelas Dr Salvana, yang dikutip dari GMA News Online, Rabu (19/8/2020).

3. Singapura
Selain di Malaysia, ternyata varian mutasi virus Corona D614G juga ditemukan di Singapura. Perwakilan dari Badan Sains, Teknologi, dan Penelitian Singapura, Dr Sebastian Maurer-Stroh, mengatakan negara tersebut telah melakukan pencegahan penyebaran Corona terkait varian mutasi yang ditemukan ini.

"Namun, tindakan penahanan atau pencegahan yang dilakukan saat ini sudah mencegah penyebaran virus ini dalam skala besar," jelas Dr Maurer-Stroh, dikutip dari Channel News Asia pada Rabu (19/8/2020).

"Karena varian ini telah beredar secara global, maka bisa ada di negara mana pun. Dan setiap negara dengan pengawasan aktif saja telah melihatnya, terutama terkait dengan kasus impor dari pendatang," lanjutnya.

Menurut Dr Maurer-Stroh, meski virus ini telah bermutasi, tetapi mutasinya tidak selalu menjadi ganas. Mutasi ini malah membuat virus tersebut menjadi tidak berbahaya.

4. Myanmar
Myat Htut Nyunt, Wakil Direktur Departemen Penelitian Medis Myanmar, mengatakan, jenis virus itu sama dengan mutasi yang terdeteksi awal pekan ini di Malaysia, yang telah ditemukan di Eropa, Amerika Utara, dan beberapa bagian Asia, serta lebih menular.

"Jadi, kami ingin memberi tahu orang-orang bahwa virus jenis ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat," kata Nyunt, Jumat (21/8/2020), seperti dikutip Reuters.

Mutasi itu dinamakan D614G, mutasi dari rantai G virus Corona. Sebagian besar kasus baru-baru ini terjadi di Kota Sittwe.

Pemerintah setempat telah mengeluarkan perintah tinggal di rumah dan memberlakukan jam malam. Maskapai domestik menangguhkan layanan antara Sittwe dan Yangon. [cnbc]