-->

Breaking

logo

August 26, 2020

Novel 212: Jika Parpol Gaet HRS, Pasti Untung Besar, Prabowo?

Novel 212: Jika Parpol Gaet HRS, Pasti Untung Besar, Prabowo?

NUSAWARTA - Ketua Media Center PA (Persaudaraan Alumni) 212 Novel Bamukmin meminta kepada semua pihak untuk menyudahi permainan politk yang tidak sehat. Sebab, ia menegaskan bahwa pemilihan umum sudah selesai.

Dengan demikian, ia berharap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang kini masih berada di Arab Saudi bisa kembali ke Indonesia dengan aman.

Menurut dia, Habib Rizieq merupakan tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh kuat dan menjadi ancaman bagi pihak tertentu yang berseberangan. 

Namun, sayangnya, Novel tidak menyebut secara jelas siapa pihak yang terancam dengan keberadaan Habib Rizieq.

"IB (imam besar) HRS adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam menentukan arah bangsa ini sehingga mempunyai magnet yang sangat kuat juga ancaman yang sangat kuat pula bagi yang tidak sejalan dakwah IB HRS yang tegas tidak ada kompromi terhadap kemungkaran," katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/8/2020).

Lanjutnya, ia mengungkapkan bagi politikus atau partai politik akan mendapatkan keuntungan yang besar bila bisa merangkul Rizieq Shihab dalam menjaring suara pemilih.

"Dan itu tidak bisa dipungkiri lagi ketika pilpres yang bisa menyedot masa real saat reuni 212 tahun 2018 sampai kurang lebih 13 juta orang sangat terfenomenal dalam sejarah manusia dan dunia diciptakan," ungkapnya.

"Cuma harus dipecundangi lewat kecurangan TSMB yang diduga lewat permainan asing dan aseng yang punya kepentingan atas NKRI ini," sambungnya.

Sambungnya, TSMB merupakan sebuah istilah yang muncul dari tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dalam pertarungan pada pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 lalu.

TSMB sendiri muncul setelah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Sandi merasa dicurangi secara terstruktur, sistematis, masif, dan brutal.

"Setahu saya sudah selesai semua karena memang seharusnya tidak ada kasus-kasus IB HRS, cuma lagi lagi diduga direkayasa demi kepentingan politik," tukasnya. [wrte]