-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Novel Bamukmin Klaim Peserta Deklarasi KAMI Didominasi Peserta Alumni 212

Novel Bamukmin Klaim Peserta Deklarasi KAMI Didominasi Peserta Alumni 212

NUSAWARTA - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020) dihadiri sejumlah massa.

Sebagian besar dari massa yang datang itu adalah pada alumni 212 pada 2016 lalu.

Demikian disampaikan Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Bamukmin dihubungi wartawan, Selasa (18/8).

“Sebagian massa yang hadir itu adalah massa 212, karena KAMI sejalan dengan spirit 212,” kata Novel.

Novel berharap, KAMI lebih berani dalam mengambil sikap yang tegas.

“Ini supaya indonesia bisa terselamatkan dari rezim yang sudah tidak berpihak kepada rakyat,” tambah Novel.

Selain itu, Novel juga memastikan pihaknya mendukung penuh KAMI.

Alasannya, tujuan dari lahirnya gerakan tersebut untuk memperbaiki dan menyelamatkan bangsa.

“Kami dari PA 212 mendukung dan mendoakan kegiatan itu,” tegasnya.

Dia juga berharap agar KAMI segera menyuarakan dan segera meminta pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi ulama yang selama ini terjadi.

“Kemudian menangkap inisiator RUU HIP dan bubarkan BPIP,” tandas Novel.

Terpisah, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengatakan, pihaknya mendukung penuh deklarasi KAMI.

Menurutnya, KAMI memiliki pemikiran yang sama dengan yang selama ini diperjuangkan FPI dan Habib Rizieq Shihab.

“Menurut saya, itu bagus-bagus saja (deklarasi KAMI),” kata Munarman, Selasa (18/8).

Sementara itu, salah satu kuasa hukum Habib Rizieq Damai Hari Lubis mengaku hadir langsung di lokasi deklarasi tersebut.

“Kami dari anggota PA 212 sangat mendukung KAMI, dan di antara yang hadir tentunya saya salah satunya selaku anggota mujahid 212 dan mewakili barisan pengikut Habib Rizieq,” ujar Damai.

Damai menuturkan, banyaknya massa yang hadir menunjukan bahwa masyarakat melakukan perlawanan terhadap pemerintah yang dipandang sudah jauh dari semangat penegakan hukum yang berdasarkan UUD 1945.

“Ini sudah nampak melenceng dari Pancasila falsafah negara Indonesia,” tambah dia.

Damai pun menyinggung mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo yang hadir dalam deklarasi tersebut.

“Terkait kehadiran sosok Gatot Nurmantyo tentunya menambah gairah untuk misi perjuangan KAMI dan dapat menjadi jelas arah perjuangan suara kebangsaan,” tandas Damai. [pjst]