-->

Breaking

logo

August 18, 2020

Pak Jusuf Kalla Ungkap 10 Konflik Besar sebab Adanya Ketidakadilan di Indonesia

Pak Jusuf Kalla Ungkap 10 Konflik Besar sebab Adanya Ketidakadilan di Indonesia

NUSAWARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkit 15 konflik besar yang pernah terjadi di Indonesia. Konflik itu menyebabkan ribuan orang meninggal dunia.

Konflik itu di antaranya pemberontakan DII/TII yang bertujuan untuk mendirikan negara Islam Indonesia. Kemudian Permesta (Perjuangan Semesta) pada tahun 1957 hingga perjuangan Aceh Merdeka.

“10 dari 15 konflik yang menelan korban itu karena ketidakadilan. Mereka bergolak karena ketidakadilan,” kata JK dalam ILC TvOne, Selasa (18/8) malam.

JK mengaku bersyukur karena saat ini Indonesia sudah relatif aman, walaupun masih ada gangguan kecil, seperti konflik yang terjadi di Papua.

JK mengutip ayat Alquran yang menurutnya sesuai dengan kondisi kehidupan bangsa Indonesia saat ini.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih,” kata JK mengutip ayat ayat Alquran Surat Ibrahim ayat 7.

Menurut JK, bersyukur atas nikmat Allah bukan berarti berdiam diri, tidak bekerja keras.

Dikatakan JK, dalam satu abad terakhir, perjuangan masyarakat Indonesia memiliki tahapan-tahapan.
Pada tahun 1928, masyarakat Indonesia mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan untuk berjuang merebut kemerdekaan.

“Tahun 1945 masa dimana kita memperjuangkan bangsa itu merdeka. Sekarng cita-cita bangsa kita yakni mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur,” imbuh JK.

JK mengutip ayat Alquran yang menurutnya sering diucapkan oleh Presiden RI pertama, Soekarno.

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: Jika kamu bersyukur (atas nikmat-Ku), pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih. [pjst]